Syuhada di Bulan Safar: Jejak Perjuangan dan Dakwah Para Pahlawan Iman

Syuhada di Bulan Safar: Jejak Perjuangan dan Dakwah Para Pahlawan Iman

Radarseluma.disway.id - Syuhada di Bulan Safar: Jejak Perjuangan dan Dakwah Para Pahlawan Iman--

Reporter: Juli Irawan

Radarseluma.disway.id - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriyah yang kerap kali dipandang dengan stigma negatif dalam kepercayaan masyarakat tradisional. Sebagian orang menyandarkan kesialan, musibah, dan penderitaan pada bulan ini. Padahal dalam Islam, tidak ada bulan yang membawa kesialan, karena semua bulan adalah ciptaan Allah yang penuh hikmah dan keberkahan. Justru dalam sejarah Islam, Bulan Safar menyimpan kisah-kisah perjuangan dakwah yang agung, pengorbanan luar biasa, dan gugurnya para syuhada dalam medan dakwah dan jihad.

Tulisan ini mencoba mengangkat kembali memori perjuangan para syuhada di bulan Safar, menggugah kesadaran kita bahwa keberanian, kesabaran, dan pengorbanan mereka dalam menyampaikan risalah Islam adalah sumber inspirasi yang tidak lekang oleh zaman. Kisah mereka mengajarkan kita arti keteguhan iman di tengah ujian.

Bulan Safar dan Mitos Kesialan

Islam datang untuk menghapuskan kepercayaan jahiliah, termasuk keyakinan terhadap kesialan bulan Safar. Rasulullah SAW menegaskan dalam hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "لَا عَدْوَى، وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَةَ، وَلَا صَفَرَ"

Artinya: “Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (kesialan karena pertanda buruk), tidak ada burung hantu (sebagai tanda kematian), dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa "Shafar" dalam hadits tersebut merujuk pada keyakinan jahiliyah yang menganggap bulan Safar membawa malapetaka. Padahal, Islam menolak segala bentuk takhayul dan meyakinkan umat bahwa semua takdir berada dalam genggaman Allah.

BACA JUGA:Mengokohkan Negeri dengan Akidah yang Murni: Pondasi Bangsa yang Kuat dan Bermartabat

Perjalanan Dakwah Para Syuhada di Bulan Safar

Bulan Safar menjadi saksi gugurnya para pahlawan dakwah yang memperjuangkan agama ini. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang tidak hanya berdakwah dengan lisan, tapi juga dengan darah dan nyawa.

1. Tragedi Bi'ru Ma’unah

Peristiwa ini terjadi di Bulan Safar tahun ke-4 Hijriyah. Rasulullah SAW mengirim sekitar 70 orang sahabat para ahli Qur’an dan dai pilihan untuk mengajarkan Islam kepada suku Najd atas permintaan Abu Barra’ dari Bani Amir. Namun, dalam perjalanan, mereka dikhianati dan dibantai secara kejam oleh sekelompok suku Ri’l, Dzakwan, dan Ushayyah.

Rasulullah SAW sangat sedih atas kejadian ini hingga beliau memanjatkan doa Qunut Nazilah selama sebulan penuh untuk mendoakan para syuhada Bi’ru Ma’unah.

Pelajaran: Dakwah bukanlah jalan mulus tanpa rintangan. Pengorbanan mereka adalah cermin keteguhan dan keikhlasan dalam menyebarkan Islam, walau harus berakhir dengan gugurnya nyawa.

2. Peristiwa Ar-Raji'

Sumber:

Berita Terkait