Hijrah Menuju Hidup Sederhana yang Penuh Keberkahan: Jalan Menapaki Kehidupan Islami Sejati

Hijrah Menuju Hidup Sederhana yang Penuh Keberkahan: Jalan Menapaki Kehidupan Islami Sejati

Radarseluma.disway.id - Hijrah Menuju Hidup Sederhana yang Penuh Keberkahan: Jalan Menapaki Kehidupan Islami Sejati--

Reporter: Juli Irawan  

Radarseluma.disway.id - Dalam era modern yang serba instan dan materialistis ini, gaya hidup mewah dan berlebih-lebihan menjadi impian banyak orang. Tidak jarang, seseorang mengukur kesuksesan hidup dari seberapa banyak harta, kendaraan, atau properti yang dimilikinya. Namun, dalam pandangan Islam, kebahagiaan dan keberkahan sejati justru terletak pada kesederhanaan, keikhlasan, dan kehidupan yang berpijak pada nilai-nilai spiritual. Hijrah menuju hidup sederhana adalah bagian dari transformasi diri menuju ridha Allah SWT.

Hijrah bukan hanya berarti berpindah tempat, tetapi lebih luas lagi adalah perubahan hati, niat, dan amal perbuatan menuju kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah. Termasuk di dalamnya adalah meninggalkan gaya hidup konsumtif menuju hidup yang bersahaja, hemat, dan penuh syukur. Sebab, kesederhanaan adalah salah satu kunci keberkahan hidup.

Makna Hijrah dalam Perspektif Islam

Secara bahasa, hijrah berarti berpindah. Dalam konteks syariat Islam, hijrah adalah berpindah dari kondisi yang buruk kepada yang lebih baik dalam rangka mencari keridhaan Allah Swt. Hal ini sebagaimana tertuang dalam firman Allah Swt:

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat lebih besar, kalau mereka mengetahui.” (QS. An-Nahl: 41)

Ayat ini menjelaskan bahwa hijrah adalah suatu perjuangan yang dilakukan demi Allah, dan Allah menjanjikan balasan kebaikan, baik di dunia maupun akhirat. Maka, hijrah menuju hidup sederhana adalah bagian dari jihad spiritual melawan hawa nafsu dan godaan duniawi.

BACA JUGA:Spirit Hijrah dan Pembentukan Jiwa Kepemimpinan Islami: Membangun Pemimpin yang Tangguh dan Visioner

Kesederhanaan adalah Cermin Keteladanan Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah suri teladan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam kesederhanaan hidup. Beliau hidup sangat sederhana, bahkan dalam rumah tangga beliau tidak pernah berlebih-lebihan.

Diriwayatkan dalam hadits:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ خُبْزِ الشَّعِيرِ يَوْمَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ حَتَّى قُبِضَ

Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah kenyang dari roti gandum selama dua hari berturut-turut hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari, no. 5416)

Sumber:

Berita Terkait