Kondisi Finansial Memburuk, Nissan Rencananya Tutup Pabrik Utama di Jepang
Penjualan Nissan turun, keuangan memburuk, Akan PHK 10 ribu karyawan--
JAKARTA, Radarseluma.Disway.id - Sampai saat ini, kondisi finansial Nissan belum juga membaik. Bahkan dikabarkan semakin memburuk. Produsen mobil asal Jepang itu masih harus memikirkan strategi untuk bisa menyelamatkan diri dari kebangkrutan.
BACA JUGA:Bupati BS Hadiri Pelantikan Pengurus APKASI di Jakarta
BACA JUGA:Pantauan Bagian Ekonomi Pemda Seluma, Harga Bahan Pokok di Setiap Pasar Stabil
Dikabarkan, Nissan akan menutup pabrik mereka di Oppama, Jepang, mulai Maret 2028. Seluruh produksi di sana akan dialihkan ke fasilitas Nissan Motor Kyushu di prefektur Fukuoka, sebagai bagian dari rencana restrukturisasi global.
Keputusan penting ini menandai berakhirnya sebuah era sekaligus dimulainya babak baru dalam restrukturisasi global Nissan. Itu karena Nissan ingin memangkas ongkos produksi dan menjaga kekuatan finansial.
Keputusan ini mengacu pada rilis global Nissan yang disebut sebagai bagian dari rencana restrukturisasi besar-besaran yang dipimpin CEO Ivan Espinosa. Tujuannya memangkas kapasitas produksi global dari 3,5 juta menjadi 2,5 juta unit.
Mereka juga akan mengurangi jumlah fasilitas manufaktur dari 17 menjadi 10. Selain Oppama, pabrik Shonan milik Nissan Shatai yang memproduksi kendaraan komersial ringan juga akan berhenti beroperasi pada Maret 2027.
Sumber: