Membangun Surga Kecil: Menumbuhkan Lingkungan Islami dalam Rumah Tangga

Membangun Surga Kecil: Menumbuhkan Lingkungan Islami dalam Rumah Tangga

Radarseluma.disway.id - Membangun Surga Kecil: Menumbuhkan Lingkungan Islami dalam Rumah Tangga--

"Rumah Tangga sebagai Pondasi Peradaban Islam"

Reporter: Juli Irawan  

Radarseluma.disway.id - Rumah tangga adalah pondasi utama dalam membangun peradaban Islam. Sebagaimana batu pertama dalam pembangunan gedung, rumah tangga menjadi tempat pertama seorang manusia mengenal nilai-nilai kebaikan, akhlak, dan ketakwaan. Lingkungan yang terbentuk dalam rumah akan sangat mempengaruhi perilaku, pola pikir, bahkan masa depan setiap anggota keluarga, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.

Dalam Islam, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan menjadi benteng akidah, tempat mendidik jiwa, dan ladang utama amal shaleh. Oleh sebab itu, membangun lingkungan Islami dalam rumah tangga merupakan sebuah kewajiban dan bentuk ibadah yang mulia.

Landasan Al-Qur’an dan Hadits dalam Membangun Rumah Islami

1. Menjadikan Takwa Sebagai Landasan Utama

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً

Artinya: "Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'" (QS. Al-Furqan: 74)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang Muslim seharusnya menjadikan ketakwaan sebagai pilar utama dalam keluarganya. Istri dan anak-anak bukan hanya pelengkap duniawi, tetapi diharapkan menjadi penyejuk hati yang mendorong seorang hamba semakin dekat kepada Allah.

2. Keteladanan Rasulullah SAW dalam Rumah Tangga

Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk kehidupan rumah tangga. Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan:

"كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ"

Artinya: "Rasulullah SAW biasa membantu pekerjaan keluarganya, namun jika waktu salat tiba, beliau segera keluar untuk salat." (HR. Bukhari no. 676)

Sumber:

Berita Terkait