Amalan Pasca Haji: Menjaga Spiritualitas dan Memperkuat Nilai Taqwa Sepanjang Hayat
Radarseluma.disway.id - Amalan Pasca Haji: Menjaga Spiritualitas dan Memperkuat Nilai Taqwa Sepanjang Hayat--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang hanya diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu. Namun, nilai-nilai spiritual, pelajaran hidup, serta keutamaan yang diperoleh dari ibadah ini tak berhenti setelah jamaah kembali ke tanah air. Justru setelah haji, tantangan terbesar adalah menjaga kemabruran dan melestarikan semangat ibadah yang sudah dibangun di tanah suci. Salah satu tujuan utama ibadah haji sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an adalah menumbuhkan dan memperkuat taqwa. Oleh karena itu, amalan pasca haji harus diarahkan untuk mempertahankan nilai taqwa dalam kehidupan sehari-hari.
Makna Taqwa Sebagai Tujuan Utama Haji
Allah SWT berfirman:
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya: "Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barang siapa menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal." (QS. Al-Baqarah: 197)
Ayat ini secara eksplisit menyebutkan bahwa bekal terbaik dalam berhaji adalah takwa. Ini menunjukkan bahwa esensi dari seluruh rangkaian haji, mulai dari ihram hingga thawaf wada', adalah pembentukan pribadi yang bertakwa, yakni pribadi yang sadar akan pengawasan Allah, menjauhi maksiat, dan istiqamah dalam kebaikan.
BACA JUGA:Persatuan Umat: Pilar Utama Kekuatan Dakwah Islamiyah
Amalan-Amalan Pasca Haji untuk Menjaga Taqwa
1. Menjaga Keistiqamahan dalam Ibadah
Setelah kembali dari haji, banyak jamaah mengalami "penurunan semangat ibadah" karena suasana Tanah Suci tidak lagi hadir. Oleh karena itu, menjaga rutinitas ibadah seperti shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak dzikir sangat penting untuk mempertahankan nilai-nilai taqwa.
Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.”.(HR. Bukhari dan Muslim)
Amalan ibadah yang konsisten akan membantu menjaga hati tetap hidup dan terhubung dengan Allah SWT.
2. Meningkatkan Kualitas Akhlak
Taqwa tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam akhlak. Jamaah haji yang mabrur seharusnya menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih santun, sabar, dan tidak mudah marah. Rasulullah SAW bersabda:
الحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ
Sumber: