Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Merawat Tali Persaudaraan Umat

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Merawat Tali Persaudaraan Umat

Radarseluma.disway.id - Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Merawat Tali Persaudaraan Umat--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Persaudaraan atau ukhuwah dalam Islam adalah fondasi penting dalam membangun umat yang kuat, damai, dan penuh kasih sayang. Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri teladan terbaik tidak hanya mengajarkan pentingnya persaudaraan, tetapi juga mencontohkan secara nyata dalam kehidupan sehari-harinya. Melalui akhlak mulia beliau, umat Islam diajarkan bagaimana menjalin, memelihara, dan memperkuat ikatan persaudaraan demi kemaslahatan bersama. Dalam era modern yang penuh dengan konflik dan perpecahan, meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjaga persaudaraan adalah solusi yang sangat relevan dan dibutuhkan.

1. Konsep Persaudaraan dalam Islam dan Keteladanan Rasulullah

Islam menanamkan nilai persaudaraan sebagai bagian dari akidah. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini menegaskan bahwa hubungan sesama Muslim bukanlah sekadar hubungan sosial, tetapi hubungan spiritual yang diikat oleh iman. Rasulullah SAW menunjukkan bentuk konkret dari ayat ini, salah satunya melalui peristiwa pemersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar ketika hijrah ke Madinah. Beliau mempersaudarakan mereka bukan hanya secara simbolis, tetapi juga dalam hak-hak sosial dan ekonomi.

Keteladanan lain ditunjukkan Rasulullah SAW dalam hadits berikut:

"المسلم أخو المسلم، لا يظلمه ولا يخذله ولا يكذبه ولا يحقره"

Artinya: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; dia tidak menzaliminya, tidak mengabaikannya, tidak berdusta kepadanya, dan tidak merendahkannya." (HR. Muslim)

Hadits ini menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW menanamkan nilai-nilai empati, solidaritas, dan penghargaan terhadap sesama Muslim. Dengan kata lain, menjalin ukhuwah bukan sekadar menyapa atau berkumpul, tapi diwujudkan dalam sikap dan perbuatan.

BACA JUGA:Khalifah Umar bin Khattab: Teladan Pemimpin Adil, Tegas, dan Amanah dalam Sejarah Islam

2. Akhlak Rasulullah SAW dalam Merawat dan Menjaga Persaudaraan

Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga hubungan baik dengan semua kalangan, termasuk mereka yang pernah memusuhinya. Akhlaknya begitu luhur sehingga mampu mengubah musuh menjadi sahabat. Beberapa akhlak mulia Rasulullah dalam menjaga persaudaraan antara lain:

Sumber:

Berita Terkait