Momentum Ramadhan: Menjadikan Shalat Sebagai Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Senin 10-03-2025,14:30 WIB
Reporter:
juliirawan|
Editor:
juliirawan
Radarseluma.disway.id - Momentum Ramadhan menjadikan Shalat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT --
Radarseluma.disway.id - Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang penuh Rahmat, Maghfiroh, dan pembebasan dari Api Neraka. Di dalamnya terdapat berbagai keutamaan yang tidak ditemukan di bulan lain, seperti dilipatgandakannya pahala, terbukanya pintu-pintu Surga, serta terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, bulan ini menjadi momen terbaik bagi seorang Muslim untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk ibadah yang paling utama dalam Islam adalah Shalat, Shalat tidak hanya merupakan kewajiban, tetapi juga sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT. Dalam Al-Qur'an dan Hadist, Shalat memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan disebut sebagai tiang Agama.
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Baihaqi Rasulullah SAW bersabda yang mana berbunyi:
الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّينَ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّينَ
Artinya:
"Shalat adalah tiang Agama, barang siapa yang mendirikannya maka ia telah menegakkan Agama, dan barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah merobohkan Agama." (HR. Baihaqi)
Dengan memahami pentingnya Shalat, seorang Muslim harus menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas Shalatnya, baik dari segi kekhusyukan, ketepatan waktu, maupun pelaksanaan Shalat Sunnah seperti Tarawih dan Tahajud.
Allah SWT telah banyak menyebutkan tentang Shalat dalam Al-Qur'an, menekankan pentingnya ibadah ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
Beberapa dalil yang menegaskan pentingnya shalat antara lain:
Pertama:
Shalat sebagai Perintah Allah SWT
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Thoha ayat 14 yang berbunyi:
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Artinya:
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikan lah Shalat untuk mengingat-Ku." (QS. Thaha: 14)
Ayat ini menunjukkan bahwa Shalat adalah bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT yang tidak boleh ditinggalkan.
Kedua:
Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Ankabut ayat 45 yang mana berbunyi:;
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya:
"Sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat) itu lebih besar (keutamaannya). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ankabut: 45)
Shalat yang dikerjakan dengan khusyuk dan penuh kesadaran akan menjaga seseorang dari perbuatan maksiat dan mendekatkannya kepada Allah SWT.
Ketiga:
Shalat sebagai Ciri Orang yang Bertaqwa
Dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 3 Allah SWT berfirman yang mana berbunyi:
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Artinya:
"Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan Shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. Al-Baqarah: 3)
Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu ciri utama orang yang bertaqwa adalah mendirikan Shalat.
Selain dalam Al-Qur'an, Nabi Muhammad Rasulullah SAW juga banyak menekankan tentang pentingnya Shalat dalam berbagai Hadits, beberapa di antaranya:
Pertama:
Shalat sebagai amalan yang pertama kali dihisab
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi yang mana berbunyi:;
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
Artinya:
"Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka ia akan beruntung dan sukses. Jika shalatnya rusak, maka ia akan merugi dan binasa." (HR. Tirmidzi)
Kedua:
Shalat sebagai cahaya di hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Abu Dawud yang mana berbunyi:
بَشِّرِ المَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ
Artinya:
"Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju Masjid (untuk Shalat berjamaah) bahwa mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat." (HR. Abu Dawud)
Ketiga:
Keutamaan Shalat malam di bulan Ramadhan
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang mana berbunyi:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:;
"Barang siapa yang mendirikan Shalat (Tarawih) di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Shalat adalah ibadah yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Ia tidak hanya menjadi kewajiban harian, tetapi juga menjadi sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam bulan Suci Ramadhan ini merupakan kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas Shalat semakin terbuka lebar, baik melalui Shalat wajib yang dikerjakan lebih khusyuk, maupun Shalat Sunnah seperti Tarawih dan Tahajud yang penuh keutamaan.
Al-Qur'an dan Hadist telah menegaskan bahwa Shalat adalah jalan menuju ketaqwaan, penjaga dari perbuatan maksiat, serta amalan pertama yang akan dihisab di Akhirat.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan bulan Suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk lebih memperhatikan kualitas Shalat kita, agar kita semakin dekat dengan Allah SWT dan mendapatkan rahmat serta ampunan-Nya.
Semoga Allah SWT memberikan kita taufik dan hidayah untuk dapat menjalankan Shalat dengan khusyuk dan penuh keimanan, khususnya di bulan Ramadhan ini. Dengan demikian, kita bisa meraih keberkahan Ramadhan dan menjadikan Shalat sebagai jalan untuk lebih dekat kepada Allah SWT.
اللهم اجعلنا من المقيمين للصلاة، ومن الخاشعين فيها، واغفر لنا ذنوبنا، وتقبل منا أعمالنا، إنك أنت السميع العليم
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendirikan Shalat, orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, ampunilah dosa-dosa kami, dan terimalah amal ibadah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."
Demikianlah yang dapat di sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua. (djl)
Sumber: