Penerapan Nature-based Solutions dan Ecosystem-based Adaptation di Tanah Papua, Adaptasi Lingkungan

 Penerapan Nature-based Solutions dan Ecosystem-based Adaptation di Tanah Papua, Adaptasi Lingkungan

Penerapan Nature-based Solutions dan Ecosystem-based Adaptation di Tanah Papua--

 

BACA JUGA:Surga: Balasan Terindah bagi Orang-Orang yang Bersabar dalam Menjalani Ujian Hidup

Pentingnya keberlanjutan program dan pelibatan masyarakat akar rumput juga ditekankan oleh Yohanes Yesnath dari Pokdarwis Kampung Nanggouw yang merasakan besarnya manfaat pengetahuan baru ini untuk diterapkan dalam mengelola lingkungan kampung secara lebih baik. Yohanes berharap program edukasi seperti ini dapat terus diperluas dengan dukungan yang lebih besar dari pemerintah daerah agar mampu melibatkan lebih banyak kelompok wisata serta masyarakat kampung secara umum, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan perubahan alam di masa depan. Sementara itu, Sena Aji selaku Direktur Perkumpulan MNUKWAR Papua menggarisbawahi bahwa konsep EbA sangat relevan untuk diadopsi di Tanah Papua karena menawarkan pengelolaan wilayah yang berbasis pada tiga pilar utama, yaitu iklim, manusia, dan alam. Menurut Sena, pendekatan seimbang ini dapat mengoptimalkan potensi besar daerah demi kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan keanekaragaman hayati, dan ia berharap ke depan konsep ini semakin banyak diaplikasikan dalam perencanaan pembangunan wilayah di Tanah Papua agar melahirkan generasi baru yang sadar lingkungan.

 

Melalui pelaksanaan program intensif ini, beberapa hasil utama yang diharapkan meliputi meningkatnya pemahaman komprehensif peserta mengenai cuaca, iklim, mitigasi, dan strategi adaptasi, serta penguasaan mendalam mengenai implementasi nyata dari konsep NbS dan EbA. Selain itu, kegiatan ini ditargetkan mampu meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam mengembangkan proposal pendanaan iklim yang kompetitif, memperkuat sinergi terhadap kebijakan perubahan iklim dari tingkat daerah hingga global, serta membangun jejaring kolaborasi multipihak yang solid antar instansi di Tanah Papua.

BACA JUGA: Program BSPS 2026 Difokuskan di Padang Capo Ilir

 

WWF-Indonesia bersama seluruh mitra meyakini bahwa penguatan kapasitas yang dibarengi dengan kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam membangun ketahanan iklim yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, Wika Rumbiak juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada WWF-US dan WWF Finland atas dukungan serta fasilitasinya, serta kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat belajar bersama sebagai modal penting dalam memperkuat aksi adaptasi perubahan iklim berbasis ekosistem di Tanah Papua.

Sumber: