BSI Gandeng Mandiri Manajemen Investasi, Perkuat Pasar Modal Syariah, Dengan Maslahat Mutual Fund

BSI Gandeng Mandiri Manajemen Investasi, Perkuat Pasar Modal Syariah, Dengan Maslahat Mutual Fund

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)--

 

Jakarta, Radarseluma.Disway.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan bisnis di Pasar Modal Syariah. Hal ini dilakukan sebagai strategi penguatan ekosistem keuangan syariah melalui dorongan untuk meningkatkan jumlah investor syariah di Indonesia.

 

BACA JUGA:Rasulullah SAW: Senyuman yang Menyentuh Hati dan Menebar Cinta ke Seluruh Alam

BACA JUGA:Toyota Kijang Innova, Mobil Desain Canggih dan Mewah Jadi Pilihan Utama di Indonesia

Hari ini (12/10), BSI berkolaborasi dengan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) dan BSI Maslahat dalam menghadirkan layanan investasi Reksa Dana Mandiri Pasar Uang Syariah Maslahat. Layanan ini dikembangkan oleh MMI, dengan BSI bertindak sebagai anchor, sementara BSI Maslahat berperan dalam mengelola sebagian hasil investasi untuk pemanfaatan program kemaslahatan umat dan dukungan terhadap ekonomi hijau melalui implementasi penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance).

 

Kolaborasi antara tiga lembaga yakni Bank, Manajer Investasi dan Lembaga Filantropi  ini menjadi bentuk komitmen kuat dari  berbagai pihak untuk berinovasi mengembangkan instrumen keuangan syariah yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Inisiasi ini ditujukan agar  investor dapat mengakses produk reksa  dana syariah sekaligus memberikan kemaslahatan untuk ummat. Produk ini menghadirkan uniqueness layanan perbankan syariah yang tidak hanya investasi syariah saja, namun memberikan manfaat keberlanjutan bagi masyarakat luas.

 

Di tahap awal, BSI bersama MMI memprioritaskan peningkatan partisipasi investor nantinya dari kalangan ritel dan institusi. Upaya ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat fondasi pertumbuhan sekaligus memperluas akses investasi yang inklusif dan berkelanjutan. Per 7 Oktober 2025 MMI mengelola dana investasi sebesar Rp 52,9 triliun.

 

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan “Untuk mendorong penetrasi keuangan syariah di Indonesia tentu harus membutuhkan sinergi dan kolaborasi banyak pihak. Hal ini guna memberikan diversifikasi layanan keuangan yang beragam sehingga masyarakat  bisa memilih instrumen yang sesuai preferencenya”, ujarnya.

 

Anggoro menambahkan, tantangan selanjutnya adalah bagaimana menggerakkan potensi ekonomi syariah ini sebagai engine baru pertumbuhan ekonomi nasional. Yakni melalui optimalisasi penetrasi instrumen keuangan syariah dan kolaborasi stakeholders sehingga mampu menggerakkan ekonomi syariah yang juga berbasis kemaslahatan untuk umat.

Sumber: