Dua Perusahaan Kuasai 80,1 Persen Anggaran Pengadaan Diskominfo Seluma
Anggaran di Kominfo Seluma--
Seluma. Radarseluma.disway.id- Realisasi pengadaan barang dan jasa pada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu pada Tahun Anggaran 2026, menjadi sorotan. Pasalnya, dari total nilai pengadaan sebesar Rp 5,06 miliar, sekitar 80,1 persen tercatat terkonsentrasi pada dua perusahaan.
BACA JUGA:BGN Lantik Dr. Nurjaeni sebagai Kepala KPPG Kelas I Bengkulu
BACA JUGA:Konflik Tanah dengan Aset Negara, UU Reforma Agraria Buka Peluang Pemulihan Hak Warga
Berdasarkan dokumen Rekapitulasi Realisasi Pengadaan Barang/Jasa Diskominfosantik Seluma Tahun Anggaran 2026, terdapat 39 paket pengadaan dengan total nilai Rp 5.064.002.050. Seluruh paket tersebut tercatat menggunakan metode e-purchasing atau pembelian melalui katalog elektronik.
Dua perusahaan yang menerima nilai pengadaan terbesar adalah Media Sarana Televisi Bengkulu dan Arsa Work Indonesia. Media Sarana Televisi Bengkulu tercatat memperoleh lima paket pengadaan dengan total nilai Rp 2.567.250.000. Sementara itu, Arsa Work Indonesia mendapatkan dua paket pengadaan akses internet senilai Rp 1.489.176.000.
Jika digabungkan, nilai pengadaan yang diterima kedua perusahaan tersebut mencapai Rp 4.056.426.000. Jumlah itu setara dengan sekitar 80,1 persen dari keseluruhan nilai pengadaan Diskominfosantik Seluma pada 2026.
Besarnya konsentrasi nilai paket tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar pemilihan penyedia, kewajaran harga, efisiensi belanja daerah, hingga penerapan prinsip transparansi dan persaingan usaha yang sehat dalam pengadaan pemerintah.
Ketua LSM Pusat Informasi dan Jaringan Rakyat (PIJAR), Sandy Azhari, SH menilai pola realisasi pengadaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut. Menurutnya, penggunaan anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi proses pengadaan maupun manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
Sumber: