BKD Seluma

Bahayakan Pengendara Lain, Truk Sawit ODOL Kian Marak di Seluma

Bahayakan Pengendara Lain, Truk Sawit ODOL Kian Marak di Seluma

truk yang membawa sawit --

 

Selain itu, kendaraan dengan muatan berlebih juga memiliki risiko tinggi mengalami gangguan teknis, seperti rem blong. Risiko ini semakin besar ketika kendaraan melintas di jalan menurun atau tikungan tajam yang dapat berujung pada kecelakaan fatal.

 

BACA JUGA:Baru Dua Terdakwa Kasus Pungli PPG Kemenag Seluma Diadili, Pasal Alternatif

BACA JUGA:Baru Dua Terdakwa Kasus Pungli PPG Kemenag Seluma Diadili, Pasal Alternatif

Dari sisi infrastruktur, praktik ODOL menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan. Beban kendaraan yang melampaui kapasitas membuat daya tahan jalan menurun drastis, sehingga jalan yang seharusnya dapat digunakan dalam jangka waktu lama justru cepat rusak.

Dampak lanjutan dari kerusakan ini adalah meningkatnya kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan, baik dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Kondisi ini tentu menjadi beban tersendiri bagi keuangan negara.

 

"Kalau kendaraan overload masih dibiarkan, jangan harap jalan kita bisa mulus. Itu penyebab utamanya," keluhnya.

 

Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret dari instansi terkait untuk menertibkan kendaraan ODOL. Penegakan hukum yang tegas, pengawasan rutin, serta penindakan di titik-titik rawan pelanggaran dinilai perlu segera dilakukan.

 

Selain itu, para pelaku usaha dan perusahaan perkebunan juga diharapkan lebih bertanggung jawab dalam memastikan kendaraan yang digunakan sesuai dengan aturan, termasuk penggunaan jaring pengaman untuk muatan.

 

"Harapan kami, Satlantas Polres Seluma dan Dinas Perhubungan bisa bertindak tegas. Ini menyangkut keselamatan banyak orang," pungkasnya.

Sumber: