Pembagian Minyak Goreng Tak Patuhi Prokes
BENGKULU SELATAN - Kelangkaan minyak goreng di Provinsi Bengkulu saat ini menjadi buah bibir ditengah masyarakat. Pemkab Bengkulu Selatan mengambil langkah melakukan operasi pasar menjual minyak goreng murah di beberapa titik, Rabu (09/03).
Namun, sangat disayangkan saat masyarakat berbondong-bondong serbu minyak goreng murah lokasi penjualan rebutan untuk menggapai minyak goreng 2 kg dengan harga Rp 25 ribu. Bahkan tak menghiraukan aturan jaga jarak atau menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) mencegah penyebaran wabah virus Covid-19.
\"Untuk mencukupi bahan pokok rela mengantri minyak goreng murah cukup lama dan tampak menghiraukan situasi saat ini dimana dihadapkan dengan pandemi Covid-19,\"ungkap Datija (60) warga Kemas Jamaludin Kota Manna.
Dikatakannya, mereka merasa kecewa dengan cara penjualan minyak goreng murah ini. Sebab tidak beraturan sehingga terjadi rebutan dan ditambah lagi ada yang pinsan akibat saling dorong-dorong.
\"Jujur datang pagi tadi sekitar pukul 7.30 Wib, guna dapatkan minyak goreng murah ini bahkan sudah siapkan KK dan KTP yang tidak lain adalah untuk pemenuhan kebutuhan persiapan bulan puasa. Sebab di rumah tinggal seorang diri,\"ucap Datija.
Namun tetap berharap minyak goreng murah ini ada di BS, sehingga yang belum dapat jata dapat terpenuhi.
\"Dengan hadirnya Wabup di tempat penjualan minyak goreng murah di Lapangan Sekundang agak tertip pelayanan pada masyarakat namun tetap mengharapkan Wabup mengusahakan agar pasokan minyak goreng murah ini kembali ada di Bumi Sekundang,\"pungkas Datija.
Nuti (51) Warga Kayu Kunyit Pasar Manna mengaku sangat kecewa dengan pelayanan penjualan minyak goreng murah di Lapangan Sekundang hingga rebutan dan pada akhirnya tidak mendapatkan minyak goreng murah, dan padahal sudah lama mengantri.
\"Seharusnya pemerintah dapat mengabil langkah – langkah yang tepat dalam penyaluran minyak goreng ini supaya tidak menimbulkan kerumunan yang cukup tinggi. Seperti yang kita lihat yang terjadi dilapangan Sekundang dan sehingga dianggap tidak tekendalinya antrian dan beruntung ada Wabup BS, Rifa\'i terjun ke tempat penjualan sehingga agak tertip meskipun masyarakat masih banyak kecewa tidak dapat jata minyak goreng murah, terlebih lagi pasokan minyak goreng murah tersebut terbatas,\"sesal Nuti.
Sambung Nuti, seharusnya pemerintah dapat menyalurkan minyak goreng ini di bagikan ke setiap desa atau per kelurahan agar tidak terjadi kerumunan yang cukup tinggi seperti ini bahkan pembagiannya akan merata.
Sementara itu, Wakil Bupati BS, Rifa\'i Tajudin, mengaku oprasi pasar di Lapangan Sekundang kurang tertip. Namun setelah terjun ke lokasi warga mulai tertip untuk mendapatkan minyak goreng murah dan sebelumnya diakui per orang mendapatkan jata dua kantong yakni 2 kg dipatok harga Rp 25 ribu. Karena banyaknya masyarakat yang hadir terpaksa jata dikurangi sehingga masing-masing warga dapat kesempatan menggapai minyak goreng 1 kg saja.
\"Kalau kepuasan pelayanan terhadap masyarakat diakui kurang karena pasokan minyak goreng murah di BS terbatas namun yakinlah akan kita upayakan kembali minyak goreng langka ini kembali hadir di BS,\"ucap Wabup Rifa\'i Tajudin. (yes)
Sumber: