Jejak Sejarah Kerajaan Palembang: Dari Runtuhnya Sriwijaya Hingga Kejayaan Baru di Abad 14–16 M
Radarseluma.disway.id - Jejak Sejarah Kerajaan Palembang: Dari Runtuhnya Sriwijaya Hingga Kejayaan Baru di Abad 14–16 M--
Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id - Ketika mendengar nama Palembang, pikiran kita sering langsung terhubung dengan kejayaan Sriwijaya, Kerajaan Maritim besar yang pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi menjadikan Sumatra Selatan sebagai pusat perdagangan dan Agama Buddha di Asia Tenggara. Namun, sejarah Palembang tidak berhenti setelah Sriwijaya runtuh. Justru, pasca-kejatuhan itu lahirlah sebuah babak baru yang menarik, yakni Kerajaan Palembang pada abad ke-14 hingga abad ke-16 Masehi.
Kerajaan ini tidak sebesar dan sekuat Sriwijaya, tetapi menjadi pewaris kebesaran sejarah di daerah yang sama. Kerajaan Palembang menjadi simbol transisi dari masa Sriwijaya yang bercorak maritim dan bercita rasa Buddha, menuju periode Kerajaan-kerajaan bercorak Islam di Nusantara. Inilah jejak penting yang jarang diulas, namun sangat menentukan arah sejarah Sumatra Selatan dan sekitarnya.
Asal Usul Berdirinya Kerajaan Palembang
Runtuhnya Sriwijaya dipicu oleh melemahnya jalur perdagangan internasional di Selat Malaka, serangan dari Kerajaan Chola dari India pada abad ke-11, serta dominasi kerajaan-kerajaan baru seperti Majapahit di Jawa dan Melayu Dharmasraya di Jambi. Akibatnya, pusat kekuasaan Sriwijaya di Palembang kehilangan pengaruhnya.
Namun, tradisi pemerintahan dan pusat kekuasaan di Palembang tidak sepenuhnya hilang. Para bangsawan lokal dan sisa-sisa elite Sriwijaya tetap mempertahankan otoritas di kawasan Musi. Dari sinilah muncul Kerajaan baru yang disebut Kerajaan Palembang, sekitar awal abad ke-14 M.
Kerajaan ini lahir sebagai bentuk kelanjutan politik lokal setelah Sriwijaya melemah. Meskipun tidak memiliki wilayah yang luas seperti pendahulunya, Kerajaan Palembang tetap penting karena menjadi pusat budaya, perdagangan, dan cikal bakal perkembangan Islam di Sumatra bagian Selatan.
BACA JUGA:Jejak Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Sumatera Selatan: Dari Sriwijaya hingga Palembang Darussalam
Masa Kekuasaan dan Perkembangan (Abad ke-14 – 16 M)
Kerajaan Palembang berkembang dalam kurun waktu sekitar dua abad, dari awal abad ke-14 hingga akhir abad ke-16 M. Dalam perjalanannya, kerajaan ini menghadapi tantangan besar, baik dari dalam maupun luar.
1. Hubungan dengan Majapahit Pada abad ke-14, Palembang berada di bawah pengaruh Majapahit. Catatan dalam Negarakertagama (1365 M) menyebutkan bahwa Palembang adalah salah satu daerah bawahan Majapahit. Ini menunjukkan posisi strategis Palembang sebagai wilayah penting meski tidak merdeka sepenuhnya.
2. Perdagangan dan Ekonomi Letaknya di tepian Sungai Musi menjadikan Palembang tetap menjadi pusat perdagangan. Komoditas seperti lada, emas, dan hasil hutan dari pedalaman Sumatra diperdagangkan melalui pelabuhan Palembang. Kehadiran pedagang dari Jawa, Cina, hingga Arab, memperkuat peran Palembang sebagai simpul dagang.
3. Islamisasi di Palembang Pada abad ke-15, arus pedagang Muslim yang semakin ramai membawa pengaruh besar. Para bangsawan Palembang mulai memeluk Islam. Hal ini penting karena menjadi awal transformasi kerajaan bercorak Hindu-Buddha menuju kerajaan bercorak Islam. Bahkan, kelak dari tradisi inilah lahir cikal bakal Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-17.
Raja-Raja yang Berkuasa
Sayangnya, catatan tertulis mengenai raja-raja Kerajaan Palembang pasca-Sriwijaya tidak selengkap kerajaan besar lainnya. Namun, beberapa tokoh penting dapat dilacak dari tradisi lokal, prasasti, dan sumber asing.
1. Arya Damar (abad ke-14 M)
• Tokoh ini dikenal sebagai penguasa Palembang pada masa pengaruh Majapahit. Dalam beberapa sumber, ia disebut juga sebagai Adipati Palembang yang setia kepada Majapahit.
• Arya Damar berperan penting dalam mempertahankan Palembang dari ancaman luar sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.
Sumber: