Tak Jadi Melapor ke Polisi, Ketua DPRD Seluma Disebut Maafkan Penyebar Fitnah di Medsos

Tak Jadi Melapor ke Polisi, Ketua DPRD Seluma Disebut Maafkan Penyebar Fitnah di Medsos

Nediyanto--

 

SELUMA, Radarseluma.Disway.id - Rencana pelaporan resmi ke Polda Bengkulu oleh tim kuasa hukum Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SELUMA, April Yones, SE, MAP, tak jadi. Rencana laporan ini, terkait dugaan fitnah setelah nama Ketua DPRD SELUMA, diseret dalam unggahan di media sosial (medsos) dengan tuduhan tidak berdasar. 

BACA JUGA:Toyota Fortuner Sport VRZ Keluaran Baru, Desain Lebih Gagah dan Mewah Populer di Indonesia

BACA JUGA:Pajero Sport, Mobil SUV Mewah dan Canggih dengan Desain Lebih Gagah Memikat Para Calon Konsumen

Disampaikan pengacaranya, keputusan tersebut diambil setelah adanya itikad baik dari beberapa pihak yang diduga terlibat yang datang langsung menemui April Yones untuk menyampaikan permintaan maaf. Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, belum ada oknum pelaku ini meminta maaf di media atau media sosial.

 

Dikatakan Kuasa hukum April Yones, Nedi Akil, SH MH menyampaikan bahwa, sebelumnya seluruh dokumen dan bukti pelaporan telah disiapkan secara lengkap untuk dilaporkan ke Polda Bengkulu.

 Namun, langkah hukum tersebut ditunda setelah menerima arahan langsung dari kliennya yang memutuskan untuk memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang sudah menunjukkan niat baik untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

 

"Benar, seluruh berkas laporan sudah kami siapkan dan kemarin pagi rencananya kami akan ke Polda Bengkulu. Namun, Pak April Yones menelepon saya dan menyampaikan bahwa beberapa orang telah menghubungi beliau secara langsung untuk meminta maaf. Atas dasar itu, laporan kami pending sementara, karena beliau memilih jalan damai," sampai Nedi Akil saat dikonfirmasi Radar Seluma.

 

Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan sikap dewasa dan bijaksana dari seorang pemimpin publik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian. Meski demikian, Nedi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika peristiwa serupa kembali terjadi di kemudian hari.

 

"Kami tentu tetap memberikan peringatan keras. Ini bukan kali pertama klien kami menjadi korban penyebaran hoaks. Sudah tiga kali peristiwa serupa terjadi dan indikasinya mengarah pada upaya yang disengaja untuk menjatuhkan nama baik serta reputasi beliau sebagai Ketua DPRD Kabupaten Seluma," tegasnya.

Sumber: