Keajaiban Air dari Jemari Rasulullah SAW: Bukti Nyata Mukjizat dan Kebenaran Risalah Islam

Keajaiban Air dari Jemari Rasulullah SAW: Bukti Nyata Mukjizat dan Kebenaran Risalah Islam

Radarseluma.disway.id - Keajaiban Air dari Jemari Rasulullah SAW: Bukti Nyata Mukjizat dan Kebenaran Risalah Islam--

 Radarseluma.disway.id - Setiap nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT dibekali dengan mukjizat sebagai bukti kerasulan mereka. Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa yang tidak bisa ditandingi oleh kemampuan manusia, dan menjadi bukti nyata bahwa seorang nabi benar-benar diutus oleh Allah SWT. Di antara mukjizat yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW, terdapat satu peristiwa yang sangat masyhur dan sering disebut dalam berbagai kitab hadits sahih, yaitu mukjizat keluarnya air dari jemari tangan beliau.

Mukjizat ini bukan hanya sekadar kisah menakjubkan, melainkan juga mengandung pelajaran mendalam tentang ketauhidan, keimanan, dan kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya. Melalui peristiwa ini, terbukti bahwa Allah SWT menolong hamba-Nya yang mulia dalam situasi sulit, sekaligus memperlihatkan keagungan dan kemuliaan Rasulullah SAW sebagai penutup para nabi.

Kisah Mukjizat Air yang Memancar dari Jemari Rasulullah SAW

Peristiwa mukjizat ini terjadi pada beberapa kesempatan, salah satunya yang paling terkenal adalah ketika para sahabat sedang dalam perjalanan bersama Rasulullah SAW. Mereka kehabisan air untuk berwudhu dan minum, sedangkan waktu shalat telah tiba. Dalam keadaan genting itu, Rasulullah SAW memanggil para sahabat dan meminta air yang tersisa di sebuah bejana kecil. Lalu beliau meletakkan tangannya di dalam bejana tersebut, dan keluarlah air yang memancar dari sela-sela jari beliau seperti mata air yang mengalir.

Air itu kemudian digunakan oleh para sahabat untuk berwudhu dan minum, dan jumlah mereka pada waktu itu sangat banyak. Peristiwa ini menjadi saksi nyata kekuasaan Allah SWT yang menolong hamba-Nya melalui mukjizat Nabi-Nya.

BACA JUGA:Dari Jazirah Arab ke Seluruh Dunia: Kisah Rasulullah SAW Menyebarkan Islam ke Luar Semenanjung Arab

Dalil Hadits tentang Mukjizat Air

Hadits shahih mengenai mukjizat ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, di mana peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh banyak sahabat.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ وَقَدْ حَانَتِ الصَّلَاةُ وَالْقَوْمُ يَطْلُبُونَ الْوُضُوءَ فَلَمْ يَجِدُوهُ، فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِإِنَاءٍ فَوَضَعَ يَدَهُ فِيهِ، فَأَمَرَ الْقَوْمَ أَنْ يَتَوَضَّؤُوا مِنْهُ، قَالَ: فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ مِنْ تَحْتِ أَصَابِعِهِ، فَتَوَضَّؤُوا مِنْهُ حَتَّى تَوَضَّؤُوا جَمِيعًا. (رواه البخاري ومسلم)

Artinya:
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku melihat Rasulullah SAW ketika waktu shalat telah tiba dan para sahabat mencari air untuk berwudhu, namun tidak menemukannya. Maka dibawalah kepada Rasulullah SAW sebuah bejana kecil berisi air, lalu beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana itu dan memerintahkan para sahabat untuk berwudhu darinya. Aku melihat air memancar dari sela-sela jari beliau hingga mereka semua dapat berwudhu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan, jumlah sahabat yang menyaksikan peristiwa itu mencapai tiga ratus orang, sebagaimana hadits dari Jabir bin Abdullah RA:

قَالَ جَابِرٌ: "عَطِشَ النَّاسُ يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ، وَالنَّبِيُّ ﷺ عِنْدَهُ رَكْوَةٌ فِيهَا مَاءٌ، فَتَوَضَّأَ مِنْهَا، فَقَالَ النَّاسُ: لَيْسَ عِنْدَنَا مَاءٌ نَتَوَضَّأُ بِهِ وَلَا نَشْرَبُ إِلَّا مَا فِي رَكْوَتِكَ، فَوَضَعَ النَّبِيُّ ﷺ يَدَهُ فِي الرَّكْوَةِ، فَجَعَلَ الْمَاءُ يَنْبُعُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ، فَشَرِبْنَا وَتَوَضَّأْنَا، قُلْنَا: كَمْ كُنْتُمْ؟ قَالَ: لَوْ كُنَّا مِائَةَ أَلْفٍ لَكَفَانَا، كُنَّا خَمْسَ عَشْرَةَ مِائَةٍ". (رواه البخاري ومسلم)

Artinya:
Jabir berkata: “Manusia merasa haus pada hari Hudaibiyah, sedangkan di sisi Nabi SAW hanya ada sebuah bejana kecil berisi air. Nabi berwudhu darinya, lalu para sahabat berkata: ‘Kami tidak memiliki air untuk berwudhu dan minum selain air di bejanamu.’ Maka Nabi SAW meletakkan tangannya ke dalam bejana itu, dan air pun memancar dari sela-sela jarinya. Kami minum dan berwudhu darinya.” Kami bertanya: “Berapa jumlah kalian?” Jabir menjawab: “Seandainya kami seratus ribu pun, air itu tetap cukup. Kami waktu itu berjumlah seribu lima ratus orang.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA:Kisah Rasulullah SAW dalam Perjanjian Aqabah: Tonggak Awal Terbentuknya Negara Islam

Penjelasan Makna dan Hikmah Mukjizat

Mukjizat ini mengandung banyak pelajaran bagi umat Islam:

1. Bukti Kebenaran Kenabian Muhammad SAW

Sumber:

Berita Terkait