Teladan Nabi-Nabi Kaya Raya namun Dermawan dan Sholeh: Harta yang Mengantarkan ke Surga
Radarseluma.disway.id - Teladan Nabi-Nabi Kaya Raya namun Dermawan dan Sholeh: Harta yang Mengantarkan ke Surga--
Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id - Harta dan kekayaan adalah amanah dari Allah SWT. Tidak sedikit manusia yang ketika diberi kekayaan menjadi lupa diri, sombong, dan lalai dari ibadah. Namun, sejarah para Nabi membuktikan bahwa harta justru bisa menjadi jalan menuju surga apabila digunakan dengan benar. Para Nabi bukan hanya teladan dalam hal ibadah, kesabaran, dan kepemimpinan, tetapi juga dalam hal mengelola kekayaan.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ????
Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)
Ayat ini menegaskan bahwa kekayaan hanyalah titipan, bukan tujuan. Para Nabi kaya raya adalah teladan nyata bahwa harta tidak membuat mereka lalai, tetapi justru menjadi wasilah dalam menolong umat, menegakkan agama, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
1. Nabi Ayyub AS: Kaya Raya, Lalu Diuji dengan Kesabaran
Nabi Ayyub AS dikenal sebagai Nabi yang kaya raya. Beliau memiliki banyak harta, ternak, tanah, dan keluarga yang besar. Namun, Allah SWT menguji beliau dengan penyakit yang berkepanjangan dan kehilangan hampir seluruh hartanya.
Allah SWT berfirman:
وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ • ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ
Artinya: “Dan ingatlah akan hamba Kami, Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan.’ (Allah berfirman): ‘Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.’”
Setelah bertahun-tahun(QS. Shad: 41-42) bersabar, Allah mengembalikan kesehatan dan kekayaannya berlipat ganda. Nabi Ayyub tetap dermawan dan tidak sombong meski kembali kaya raya.
Rasulullah SAW bersabda:
بَيْنَمَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا فَخَرَّ عَلَيْهِ جَرَادٌ مِنْ ذَهَبٍ فَجَعَلَ أَيُّوبُ يَحْتَثِي فِي ثَوْبِهِ فَنَادَاهُ رَبُّهُ يَا أَيُّوبُ أَلَمْ أَكُنْ أَغْنَيْتُكَ عَمَّا تَرَى قَالَ بَلَى يَا رَبِّ وَلَكِنْ لَا غِنَى بِي عَنْ بَرَكَتِكَ
Artinya: “Ketika Nabi Ayyub mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba turunlah belalang-belalang emas menimpanya. Maka beliau pun mengumpulkannya ke dalam pakaiannya. Allah berfirman: ‘Wahai Ayyub, bukankah Aku telah mencukupimu dari apa yang engkau lihat?’ Nabi Ayyub menjawab: ‘Benar, wahai Rabbku, tetapi aku tidak bisa lepas dari berkah-Mu.’” (HR. Bukhari)
Kisah Nabi Ayyub megajarkan bahwa kekayaan sejati bukan sekadar harta, tetapi kesabaran dan keteguhan iman.
Sumber: