Rasulullah SAW dan Cinta Sejati kepada Sayyidah Khadijah RA: Teladan Abadi dalam Kesetiaan dan Pengorbanan

Rasulullah SAW dan Cinta Sejati kepada Sayyidah Khadijah RA: Teladan Abadi dalam Kesetiaan dan Pengorbanan

Radarseluma.disway.id - Rasulullah SAW dan Cinta Sejati kepada Sayyidah Khadijah RA: Teladan Abadi dalam Kesetiaan dan Pengorbanan--

Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id Cinta merupakan fitrah yang Allah SWT anugerahkan kepada setiap manusia. Namun, cinta sejati bukan sekadar perasaan yang bersifat sementara, melainkan ikatan batin yang terjalin dalam kesetiaan, pengorbanan, dan pengabdian. Dalam sejarah Islam, salah satu kisah cinta yang paling agung dan penuh makna adalah cinta Rasulullah Muhammad SAW kepada istri beliau yang pertama, Sayyidah Khadijah binti Khuwailid RA.

Kisah cinta mereka bukan hanya sekadar romansa rumah tangga, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keteladanan yang menjadi pelajaran bagi seluruh umat Islam hingga akhir zaman. Rasulullah SAW mengajarkan bagaimana cinta dibangun di atas pondasi iman, ketulusan, dan kesetiaan yang tak tergoyahkan oleh waktu maupun keadaan.

Sayyidah Khadijah RA: Istri Pertama dan Penopang Dakwah

Sayyidah Khadijah RA adalah seorang wanita mulia dari kalangan Quraisy, dikenal sebagai pedagang yang sukses, cerdas, dan berakhlak mulia. Ketika beliau menikah dengan Rasulullah SAW, usia Khadijah RA lebih tua dari Nabi Muhammad Rasulullah SAW, namun perbedaan usia tidak mengurangi rasa cinta dan penghormatan di antara keduanya.

Nabi Muhammad Rasulullah SAW dikenal sebagai "Al-Amin" (orang yang terpercaya). Khadijah RA terpikat bukan hanya karena ketampanan beliau, tetapi karena akhlaknya yang luhur, kejujuran, dan integritasnya dalam berdagang. Dari pernikahan itu, lahirlah cinta sejati yang kelak menjadi fondasi kuat dalam perjalanan dakwah Islam.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Artinya: “Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut.” (QS. An-Nisa: 19)

Ayat ini menjadi dasar penting bahwa kehidupan rumah tangga harus dilandasi akhlak mulia, kasih sayang, dan saling menghormati. Nabi Muhammad Rasulullah SAW menerapkannya secara nyata dalam hubungannya dengan Khadijah RA.

BACA JUGA:Maulid Nabi SAW Masjid Al-Muhajirin Desa Talang Empat: Momentum Teladani Akhlak Rasul dan Pererat Silaturahmi

Pengorbanan Khadijah RA dalam Dakwah Rasulullah SAW

Ketika wahyu pertama turun di Gua Hira, Nabi Muhammad Rasulullah SAW merasa ketakutan. Beliau segera pulang menemui Khadijah RA sambil berkata: “Zammiluni, zammiluni” (Selimuti aku, selimuti aku). Khadijah RA dengan penuh kasih sayang menenangkan hati suaminya.

Khadijah RA meyakinkan beliau dengan kalimat yang penuh keteguhan:

كَلَّا وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا

Artinya: “Sekali-kali tidak! Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakanmu selamanya, karena engkau selalu menyambung tali silaturahmi, menolong yang lemah, membantu orang miskin, memuliakan tamu, dan menolong orang yang berada dalam kesulitan menegakkan kebenaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perkataan Khadijah RA ini menunjukkan betapa besar dukungan moral dan spiritual beliau terhadap Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Ia tidak hanya menjadi istri, tetapi juga penopang dakwah, pelindung hati, dan sumber kekuatan di saat Nabi Muhammad Rasulullah SAW menghadapi ujian berat dari kaumnya.

Kesetiaan Rasulullah SAW kepada Khadijah RA

Sumber:

Berita Terkait