Inilah Kandungan Ad-Dhuha Apa saja Ayoo Simak.

Inilah Kandungan Ad-Dhuha Apa saja Ayoo Simak.

Radarseluma.disway.id - Kandungan Surat Ad-Dhuha ayat 1-11--

Radarseluma.disway.id - Azababun Nuzul Surah Ad-Dhuha berkaitan dengan keadaan Nabi Muhammad Rasulullah SAW yang gundah karena sesuatu. 
Apa yang terjadi saat itu sehingga Allah SWT menurunkan Surah Ad-Dhuha kepada beliau?
 
Surah Ad-Dhuha merupakan salah satu Surah pendek dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 11 ayat. 
Surah ini diturunkan di Kota Makkah sehingga termasuk golongan Surah Makkiyah. Surah Ad-Dhuha merupakan juz ke 30 dan menjadi Surah ke- 93 dalam Al-Qur'an.
 
Nama Surat Ad-Dhuha diambil dari kalimat dalam ayat pertama, yang Allah SWT bersumpah dengan waktu Dhuha. Dhuha adalah awal waktu siang hari yang ditandai dengan mulai meningginya Matahari.
Adapun isi Surat Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ad-Dhuha ayat 1-11 yang mana berbunyi: 
 
وَالضُّحَى.  وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى.   مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى.   وَلَلْآَخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَى.   وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى.   أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآَوَى.   وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى.  وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى.   فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ.   وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ.  وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّ
Artinya: 
"Demi waktu matahari sepenggalan naik (Dhuha). Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Rabb mu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak Rabb mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi mu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Rabb mu, maka hendaklah kamu siarkan.”(QS Ad-Dhuha 1-11)
 
 
Nah...!! kalo sebelumnya kita sudah membahas tentang Azababun Nuzul turunnya Surat Ad-Dhuha kali ini kita akan membahas isi kandungan Surah Ad-Dhuha yang mana terdiri dari 11 yang mana banyak memiliki hikmah yang terkandung tentunya dapat kita teladani sebagai kaum Muslimin. 
Kandungan dalam ayat 1 dan 2, Allah SWT bersumpah dengan makhluknya yaitu waktu Dhuha dan malam.
 
Saat Allah menyebut waktu Dhuha sebagai permulaan sumpah-Nya menunjukkan waktu tersebut menjadi awal dari kebaikan. 
Misalnya adanya Shalat Sunnah Dhuha yang dikerjakan sepanjang hadirnya durasi waktu tersebut.
 
Selanjutnya, Allah SWT bersumpah dengan waktu malam. Kebaikan yang diberikan Allah pada makhluknya di waktu ini yaitu sebagai masa untuk beristirahat, beribadah, dan sebagainya. Malam juga menjadi cara hamba beriman untuk memuji Allah SWT melalui ibadah malam, seperti Sholat Tahajjud sepertiga malam.
 
 
Pada Surah Ad-Dhuha ayat 3, Allah SWT menyampaikan bantahannya kepada kaum Kafir yang menimbulkan keraguan pada Nabi Muhammad Rasulullah SAW bahwa ia telah ditinggalkan-Nya. Ayat ketiga menunjukkan bahwa Allah SWT tidaklah meninggalkan atau pun membenci beliau.
 
Pada ayat-ayat selanjutnya, Allah SWT berfirman mengenai keadaan Nabi Muhammad Rasulullah SAW yang memiliki masa depan lebih baik ketimbang di waktu lalu. 
Beliau senantiasa dibimbing oleh Allah SWT hingga mendapatkan derajat tertinggi. Allah SWT juga membela beliau sampai wafat dan memberikan kemenangan atas agama yang diridai-Nya.
 
Derajat Nabi Muhammad Rasulullah SAW di sisi Allah SWT lebih tinggi dari siapapun, derajat tersebut terwujud melalui keutamaan dan kenikmatan yang sangat banyak diberikan pada beliau dari Allah SWT.
 
Meski begitu, Nabi Muhammad Rasulullah SAW  adalah orang paling zuhud di dunia. 
Beliau berpaling dari ha-hal duniawi dan memiliki apa pun yang diridai di sisi Allah. Akhirat menjadi lebih utama dari dunia dan seisinya.
 
 
Allah juga menerangkan bahwa Nabi Muhammad Rasulullah SAW merupakan anak yatim dan dalam keadaan bingung (tersesat) pada ayat 6-7. Selanjutnya, Allah memberikan pada beliau kembali kenikmatan.
 
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, menjelaskan bahwa maksud firman 
"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk" pada ayat ke-7 yaitu Allah mengajarkan pada Nabi Muhammad apa-apa yang belum diketahuinya. 
Beliau belum tahu mengenai Al-Qur'an dan iman. Allah akhirnya mendidik dan membimbingnya agar memiliki amal perbuatan hingga akhlak mulia.
 
Selanjutnya, ayat ke-8 dalam Surah Ad-Dhuha, Allah menerangkan keadaan Nabi Muhammad yang dulunya penuh kekurangan. Allah lantas mencukupi beliau sebagai sosok berkecukupan yang pandai bersyukur. Namun bagi beliau, kekayaan sejati disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah:
 
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)
 
Terakhir pada ayat 9-11 surah Ad-Dhuha, Allah menyoroti mengenai anak yatim. Nabi Muhammad juga menjadi sosok yatim sejak kecil. Oleh sebab itu, Allah melarang siapapun untuk berlaku sewenang-wenang hingga melakukan zalim pada anak yatim.
 
Jika bertemu dengan anak yatim atau orang yang meminta-minta, hati jangan sampai merasa sempit atau terganggu. Tidak diperbolehkan pula membentaknya atau menghardik mereka, dan seharusnya memuliakannya. Umat Islam sebaiknya bermuamalah dengan sebaik-baiknya sebagainya mereka berbuat baik untuk anak-anaknya sendiri.
 
Itulah kandungan yang terdapat dalam Surat Ad-Dhuha mudah-mudahan bermanfaat. (djl)

Sumber: