Kisah Nabi Daud AS Seorang Raja Bani Israil Yang Sangat Dihormati. Part Satu

Kisah Nabi Daud AS Seorang Raja Bani Israil Yang Sangat Dihormati. Part Satu

Kajian Islam. Kisah Nabi Daud AS seorang Nabi dan Raja yang bijaksana --

 
Kajian Islam. Radar Seluma. Dusway.id -Nabi Daud AS merupakan putra Isya hidup di bumi hingga mencapai 100 tahun yaitu dari masa 963-1063 sebelum Masehi Nabi Daud AS di utus Allah SWT 
di Palestina dan Israel untuk Bani Israil dan memiliki seorang anak juga menjadi seorang Nabi yaitu Nabi Sulaiman AS Nabi Daud AS wafat di Baitul Maqdis Yerusalem.
 
Al-Quran menyebutkan nama Nabi Daud AS dalam Al-Qur'an sebanyak 18 kali, salah satunya terdapat dalam Surat An-Naml Ayat 15 berbunyi: 
 
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ عِلْمًاۗ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۝١٥
Artinya : 
"Sungguh, Kami benar-benar telah menganugerahkan ilmu kepada Daud dan Sulaiman. Keduanya berkata, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami daripada kebanyakan hamba-hamba-Nya yang mukmin.” (QS An- Naml 15)
 

Nabi Daud AS hidup pada masa pemerintahan Raja Thalut, saat itu seluruh warga yang tak punya ikatan rumah tangga dan perdagangan di ajak untuk turun ke medan perang dipilih yang belum berkeluarga dan bekerja agar bisa konsentrasi dalam pertempuran dan tidak memiliki beban saat di tinggalkan berperang.

Salah satu yang ikut berperang yaitu seorang anak muda ikut dalam barisan tersebut yaitu Daud yang diperintahkan oleh ayahnya untuk mendampingi kedua kakaknya namun Nabi AS belum diperkenankan untuk maju ke garis depan, ia hanya disuruh melayani kedua kakanya di garis belakang.

Dalam perorangan melawan pasukan Jalut, Allah SWT memberikan kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk mengolah besi menjadi alat perang.

Tentara Thalut sebenarnya tidaklah banyak untuk melawan tentara Jalud. Namun tentara Thalut berdoa kepada Allah SWT agar diberi kesabaran dan dikokohkan pendirian terhadap orang-orang kafir. Dengan izin Allah SWT tentara Thalut dapat mengalahkan tentara Jalut. Dan hanya tersisa Jalut seorang.

Lalu diumumkan oleh Thalut siapa saja yang dapat menaklukan Jalut, maka akan diambil sebagai menantunya. Tak disangka Nabi Daun AS yang masih remaja tampil terdepan meminta izin kepada Thalud untuk menghadapi Jalud.

Nabi Daun AS maju untuk meminta untuk melawan Jalut dan tidak memperdulikan iming-iming tersebut. Awalnya Thalut ragu, namun setelah didesak Nabi Daud AS mengizinkan anak muda ini maju ke medan perang mengalahkan Jalud.

Jalud merupakan seorang yang sombong, ia telah berkali-kali menantang orang-orang dari Bani Israil untu berperang melawannya. Tiba-tiba Nabi Daud AS muncul di hadapannya. Jalud tertawa terbahak-bahak melihat seorang anak muda menantangnya.

Nabi Daud AS maju membawa tongkat, lima buah batu, serta ketapel. Jalud maju dan tetap mengejek dan merendahkan Nabi Daud AS serta menertawakan kekafiran dan kelemahannya. 

Kemudian Nabi Daud AS melepaskan ketapel nya yang berisi batu meluncur cepat di bantu angin yang kencang yang atas izin Allah SWT angin yang merupakan sahabat Nabi Daud AS hingga mengenai dahi Jalur hingga terbunuh dan tewas di tempat meskipun Jalur menggunakan senjata lengkap.

Kisah terbunuhnya Jalur oleh Nabi Daud AS Allah abadikan dalam Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 251 berbunyi:

فَهَاللّٰهُزَمُوْهُمْ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَقَتَلَ دَاوٗدُ جَالُوْتَ وَاٰتٰىهُ  الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهٗ مِمَّا يَشَاۤءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْاَرْضُ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ ٢٥١

Artinya: "Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (QS Al-Baqarah 251)

BACA JUGA:Ini lah 4 Mukjizat Nabi Harun AS

Setelah mengalahkan Jalud, Nabi Daud AS sesuai janji Raja Thalut Nabi Daud AS menikahi putri Thalut dan Nabi Daud AS langsung menjadi seorang Raja bagi kaum Bani Israil yang adil dan bijaksana sehingga Nabi Daud AS menjadi sangat dihormati oleh Kaum Bani Israil.

Ketika Nabi Daud AS berusia 40 tahun Nabi Daud AS di angkat menjadi seorang Nabi dan Rasul dan Allah karuniaikan  sebuah kita yaitu kitab Zabur dan umat Islam wajib percaya terhadap kitab Zabur yang mana tercantum dalam Rukun Iman yaitu percaya kepada Kitab-kitab Allah dan Nabi Daud AS dikaruniai hikmah kesempurnaan ilmu serta kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.

Nabi Daud AS merupakan seorang yang sangat pencemburu, ketika ia berpergian dengan tujuan agar tidak ada seorang lalaki dapat masuk kedalam rumahnya sehingga membuat istri Nabi Daud AS terheran atas sikap Nabi Daud AS 

Ketika Nabi Daud AS pergi, istrinya melihat ada seorang laki-laki berdiri tegak di tengah rumah dan membuat istri Nabi Daud AS terheran bagaimana bisa ia masuk sementara pintu-pintu sudah terkunci rami dan istri Nabi Daud AS ketakutan dan cemas hal tersebut sampai diketahui oleh Nabi Daud AS sehingga akan menimbulkan kemarahan dan salah paham.

Hingga Nabi Daud AS pulang lelaki itu masih berada dalam rumah dan Nabi Daud AS bertanya kepada laki-laki tersebut dan laki-laki itu dan ia berkata

“Aku adalah orang yang tidak takut pada Raja, tidak ada menghalangiku.” Maka Nabi Daud AS mengenal ciri-cirinya. Nabi Daud berkata, “Jadi kamu (demi Allah) adalah Malaikat maut. Selamat datang keputusan Allah.”

kemudian Nabi Daud diambil nyawanya dan Nabi Daud AS wafat kemudian Nabi Daud AS dimandikan, dikafani, dan disiapkan. Namun Matahari menyinari dengan teriknya lalu Nabi Sulaiman AS memerintahkan burung agar memayungi dengan sayapnya, maka jasad Nabi Daud AS terpayungi, begitu pula para penghantar, sehingga Matahari tidak sampai menyinari para pengantar. Akibatnya bumi menjadi gelap. (djl) 

Bersambung Part Dua

Sumber: