6 Destinasi Wisata di Indonesia yang Sakral

 6 Destinasi Wisata di Indonesia yang Sakral

wisata sakral--

 

 

RADARSELUMAONLINE.COM - Wisata di Indonesia memang sangat beragam dan banyak. Namun perlu juga dipahami, bahwa ada wisata di Indonesia yang menjadi budaya dan adat daerah yang diskralkan. Sehingga pribahasa dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung menjadi sangat relevan.

 

Sehingga pelancong atau wisatawan, harus benar-benar memahami aturan di wisata yang disakralkan.

Berikut adalah adat dan aturan yang berlaku di beberapa destinasi wisata populer di Indonesia yang harus dipatuhi:

 

 

 

1. Wisata Desa Adat Baduy

 

Hingga saat ini masyarakat Baduy masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang dimilikinya. Karena itu, wisatawan yang datang juga harus menghormati dan wajib menaati peraturan adat yang berlaku.

 

 

 

Misal, ketika berada di wilayah Baduy Dalam tidak diperbolehkan mengambil foto dan video, bahkan sekadar menyalakan perangkat elektronik. 

 

 

 

Lalu, wisatawan juga tidak diperkenankan untuk menggunakan sampo, sabun, atau pasta gigi. Tujuannya untuk menjaga kelestarian dan kejernihan air di sekitar Desa Adat Baduy.

 

Jika melanggar aturan tersebut, wisatawan akan dikenakan hukuman denda dan kurungan di balik jeruji besi.

 

 

 

2. Danau Ranu Kumbolo

 

Jadi salah satu ikon wisata di Jawa Timur, Danau Ranu Kumbolo sangat sakral bagi masyarakat setempat. Tempat ini dipercaya masyarakat setempat memiliki air suci.

 

Bahkan, sering kali digelar prosesi ritual suci keagamaan di Ranu Kumbolo.

 

 

Karena hal tersebut, wisatawan diharuskan untuk melakukan kegiatan dalam jarak sekitar 10 meter dari bibir danau, termasuk mendirikan tenda.

 

 

Selain itu, pendaki yang berkemah juga tidak diperbolehkan untuk mandi atau mencuci di Danau Ranu Kumbolo.

 

 

 

3.Bali

 

Hampir seluruh wilayah di Bali sangat disakralkan karena masih kental akan adat dan budaya. 

 

 

 

Selain menjaga kesopanan dalam berbicara dan bertingkah laku selama di Bali, wisatawan juga tidak diperbolehkan untuk menginjak maupun membuang sesajen yang digunakan masyarakat Bali untuk berdoa. 

 

Selain itu, ada beberapa destinasi wisata terkenal sangat sakral di Bali antara lain: Desa Trunyan, Pura Agung Besakih, Pura Uluwatu, Wisata Kayuputih Banjar Bali, dan masih banyak lagi. 

 

 

Untuk itu, ada baiknya wisatawan membaca peraturan yang kerap ditempel di beberapa pintu masuk atau loket destinasi wisata guna mengetahui dan mematuhi aturan yang berlaku.

 

 

 

 

4. Keraton Yogyakarta

 

 

Tempat ini sangat disakralkan oleh masyarakat Yogyakarta, karena menjadi kediaman dari Sri Sultan Hamengkubuwono, maka wisatawan diwajibkan untuk mengenakan pakaian yang sopan saat berkunjung ke Keraton.

 

 

Wisatawan juga tidak diperbolehkan memakai batik bermotif Parang Garuda. Pasalnya, corak tersebut merupakan motif kebesaran dan hanya boleh dikenakan oleh Sang Sultan yang memegang tahta. 

 

 

 

5. Candi-candi

 

Selain menjadi benda purbakala, beberapa candi di Indonesia juga masih difungsikan sebagai tempat peribadatan.

 

Seperti di Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Prambanan, dan Candi Pawon. 

 

 

Karena itu, sudah selayaknya wisatawan menjunjung etika wisata ketika datang ke candi. Seperti tidak melakukan vandalisme, menghormati tradisi masyarakat, berhati-hati dalam berucap dan bertindak, serta memerhatikan kesopanan penampilan. 

 

 

6. Gua Hawang

 

Berada di Maluku Tenggara, destinasi wisata satu ini termasuk tempat sakral. Konon di dalam Gua Hawang terdapat batu yang menyerupai manusia dan dua anjing.

 

 

Menurut mitos, ketiga makhluk tersebut dikutuk menjadi batu karena mengeluarkan kata-kata kotor di Gua Hawang.

 

Karena itu, wisatawan diimbau tidak mengucapkan kata-kata kotor dan menjaga perilaku ketika berkunjung Gua Hawang.

 

 

Bagi yang belum tahu, Gua Hawang merupakan objek wisata yang cukup unik. Gua ini terendam oleh air laut sehingga muncul kolam alami jernih di bagian tengahnya.

 

 

Sumber: