Kabarnya, AS Akan Serang Iran pada Akhir Pekan?
Presiden AS Donald Trump--
Para pejabat keamanan nasional AS menggelar pertemuan di Situation Room di Gedung Putih, pada Rabu (18/2) waktu setempat, untuk membahas situasi di Iran. Trump juga telah mendapatkan pengarahan oleh utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, tentang pembicaraan tidak langsung mereka dengan Iran di Swiss pada Selasa (17/2).
Sejauh ini, belum diketahui secara jelas apakah Trump akan mengambil keputusan pada akhir pekan. "Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini," kata salah satu sumber yang dikutip CNN.
BACA JUGA: Kapolda Bengkulu Pastikan Harga Sembako Stabil di Ramadan, Stok Energi Aman
Para negosiator AS dan Iran bertukar catatan selama 3,5 jam dalam perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman pada Selasa (17/2), meskipun pembicaraan diakhiri tanpa resolusi yang jelas. Negosiator utama Teheran mengatakan kedua pihak menyepakati "serangkaian prinsip panduan", namun seorang pejabat AS menyebut "masih banyak detail yang perlu dibahas".
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pada Rabu (18/2) bahwa Iran diperkirakan akan menyampaikan rincian lebih lanjut tentang posisi negosiasinya "dalam beberapa pekan ke depan". Namun Leavitt tidak mengatakan apakah Trump akan menunda aksi militer selama jangka waktu tersebut.
Saat berbicara kepada wartawan, Leavitt menegaskan bahwa Trump selalu mengutamakan diplomasi, meskipun aksi militer juga tetap menjadi opsi.
"Presiden selalu sangat jelas, terkait dengan Iran atau negara mana pun di dunia, diplomasi selalu menjadi pilihan pertamanya, dan Iran akan sangat bijak jika membuat kesepakatan dengan Presiden Trump dan pemerintahan ini," ucapnya.
Leavitt menambahkan Trump "berbicara dengan banyak orang, terutama tim keamanan nasionalnnya", namun dia juga mengatakan: "Ada banyak alasan dan argumen yang dapat diajukan untuk serangan terhadap Iran".
Sumber: