NIA dan TAT Membangkitkan Kembali 'Amazing Thailand'
NIA dan TAT Membangkitkan Kembali 'Amazing Thailand'--
Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman wisata premium bagi wisatawan domestik dan internasional, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi Thailand. Yang terpenting, negara ini akan memperoleh basis inovasi pariwisata yang dapat terus dikembangkan, memperkuat daya saing jangka panjang di pasar pariwisata global.
Dari Kekuatan Kreatif dan Budaya hingga Mendorong Ekonomi Pariwisata Thailand
Dr. Krithpaka Boonfueng, Direktur Eksekutif Badan Inovasi Nasional, menyatakan bahwa inovasi yang ditampilkan di platform ini terutama akan berupa teknologi terkait Travel Tech. Platform ini terbuka untuk perusahaan rintisan, pengusaha, pengembang, dan mitra bisnis yang memiliki minat dan kemampuan untuk bersama-sama menciptakan pengalaman pariwisata yang lebih baik sekaligus memajukan ekosistem Pariwisata Cerdas Thailand.
Saat ini, NIA mendukung dan telah membina lebih dari 80 perusahaan rintisan dan wirausahawan teknologi pariwisata berpotensi tinggi, yang mencakup berbagai bidang seperti pariwisata berbasis komunitas (Local Alike), solusi perhotelan (Ascend Travel), mobilitas perkotaan (MuvMi), pasar dampak sosial (SocialGiver), dan sistem manajemen perjalanan pelanggan (Appointment Anywhere). Solusi-solusi ini memungkinkan para wirausahawan dan pengembang untuk mengakses alat-alat yang disesuaikan dengan konteks spesifik mereka.
NIA percaya bahwa semua pemangku kepentingan memainkan peran penting dalam meningkatkan industri pariwisata Thailand dengan mengintegrasikan teknologi dengan kreativitas, budaya, dan identitas lokal. Integrasi ini melampaui seniman, kuliner, atau budaya tradisional, meluas ke inovasi nyata dan terukur yang menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Teknologi Thailand – Pariwisata: Lompatan Maju Terpadu yang Signifikan
Dr. Krithpaka lebih lanjut mencatat bahwa pariwisata adalah salah satu penggerak utama ekonomi global, khususnya setelah pulih dari pandemi COVID-19. Menurut data dari World Travel & Tourism Council (WTTC), pada tahun 2024 sektor perjalanan dan pariwisata global menyumbang USD 10,9 triliun, atau 10% dari PDB global, dan mendukung 357 juta lapangan kerja di seluruh dunia.
Sumber: