Rasulullah SAW dan Keberhasilannya Menyatukan Umat di Madinah: Teladan Persaudaraan dan Kepemimpinan yg Agung

Rasulullah SAW dan Keberhasilannya Menyatukan Umat di Madinah: Teladan Persaudaraan dan Kepemimpinan yg Agung

Radarseluma.disway.id - Rasulullah SAW dan Keberhasilannya Menyatukan Umat di Madinah: Teladan Persaudaraan dan Kepemimpinan yang Agung--

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman tentang pentingnya persatuan:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Artinya: “Berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)

Ayat ini menggambarkan landasan spiritual dari setiap upaya Rasulullah SAW untuk mempersatukan umat, yakni menjadikan agama sebagai tali pengikat yang kokoh.

Menanamkan Nilai Persamaan dan Keadilan

Rasulullah SAW tidak hanya menyatukan umat melalui perjanjian dan struktur sosial, tetapi juga menanamkan nilai-nilai persamaan dan keadilan di hati mereka. Dalam masyarakat Madinah yang multietnis, beliau menolak segala bentuk diskriminasi.

Rasulullah SAW bersabda:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ... لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ، وَلَا لِأَعْجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ... إِلَّا بِالتَّقْوَى»

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, dan bapak kalian satu. Tidak ada keutamaan orang Arab atas non-Arab, atau non-Arab atas orang Arab, kecuali dengan takwa.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Pesan ini menjadi dasar kesetaraan sosial dalam Islam, yang membuat masyarakat Madinah hidup harmonis tanpa melihat perbedaan keturunan atau status ekonomi.

BACA JUGA:Kisah Rasulullah SAW dalam Perjalanan Hijrah ke Madinah: Pengorbanan, Keteguhan, dan Pertolongan Allah SWT

Membangun Solidaritas dalam Ujian

Persatuan umat Madinah diuji saat Perang Badar, Uhud, dan Khandaq. Namun berkat kepemimpinan Rasulullah SAW, kaum Muslimin tetap bersatu dan saling menguatkan.
Beliau selalu menanamkan keyakinan bahwa kekuatan umat bukan pada jumlah atau harta, tetapi pada persatuan hati dan keimanan.

Allah SWT menegaskan hal ini dalam firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. As-Shaff: 4)

Ayat ini menggambarkan betapa Allah mencintai umat yang bersatu dalam barisan perjuangan, tanpa celah perpecahan.

Sumber:

Berita Terkait