Merdeka Sejati: Ketaatan Kepada Allah sebagai Landasan Kemerdekaan Bangsa
Radarseluma.disway.id - Merdeka Sejati: Ketaatan Kepada Allah sebagai Landasan Kemerdekaan Bangsa--
Reporter Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Ketika Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaannya, kita diingatkan kembali pada perjuangan panjang para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta demi satu kata yang begitu berharga: merdeka. Namun, di tengah gegap gempita peringatan kemerdekaan, kita patut bertanya: Apakah merdeka yang kita raih hanya sebatas terbebas dari penjajahan fisik, ataukah merdeka yang sesungguhnya adalah kebebasan jiwa dari perbudakan hawa nafsu, syirik, dan kemaksiatan?
Dalam perspektif Islam, kemerdekaan sejati adalah ketaatan penuh kepada Allah SWT. Sebab, ketika manusia tunduk dan patuh kepada aturan Allah, ia benar-benar bebas dari perbudakan manusia, godaan setan, dan belenggu hawa nafsu. Sebaliknya, jika seseorang bebas secara fisik namun hatinya terikat oleh maksiat dan kesombongan, ia sesungguhnya belum merdeka.
Merdeka dalam Pandangan Islam
Al-Qur’an dengan tegas mengajarkan bahwa kebebasan yang hakiki adalah ketika manusia menjadi ‘abdullah (hamba Allah) yang taat, bukan hamba dunia atau hawa nafsu. Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah beribadah, yang artinya tunduk sepenuhnya pada perintah dan larangan Allah. Inilah puncak kemerdekaan, sebab hati yang taat tidak lagi dikendalikan oleh syaitan dan hawa nafsu.
BACA JUGA:Islam dan Kemerdekaan Bangsa: Menjaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat
Hadits tentang Kebebasan Jiwa
Rasulullah SAW bersabda:
تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ
Artinya: "Celakalah hamba dinar, hamba dirham, dan hamba pakaian." (HR. Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang bisa saja terjajah oleh materi, meski secara fisik merdeka. Ketaatan kepada Allah membebaskan manusia dari perbudakan terhadap harta, jabatan, atau popularitas. Maka, kemerdekaan sejati adalah ketika hati hanya bergantung pada Allah.
Kaitan Kemerdekaan Indonesia dan Ketaatan kepada Allah
Sumber: