Nilai Kesabaran dalam Peristiwa Hijrah: Keteladanan Abadi dari Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Radarseluma.disway.id - Nilai Kesabaran dalam Peristiwa Hijrah: Keteladanan Abadi dari Rasulullah SAW dan Para Sahabat--
"Hijrah sebagai Ujian Kesabaran"
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Perist
Kesabaran dalam hijrah bukanlah kesabaran pasif, melainkan bentuk keteguhan hati, ketahanan jiwa, dan kepercayaan total kepada janji Allah. Rasulullah SAW dan para sahabat telah memberikan contoh teladan yang abadi dalam mengamalkan kesabaran dalam segala dimensi kehidupan.
Kesabaran Rasulullah SAW dalam Menanti Perintah Allah
Rasulullah SAW tidak serta-merta berhijrah ketika tekanan dari kaum Quraisy meningkat. Beliau bersabar menunggu izin dari Allah SWT, menegaskan bahwa segala keputusan harus dilandasi dengan petunjuk wahyu, bukan semata emosi atau logika duniawi.
Allah SWT berfirman:
"فَصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ"
Artinya: "Maka bersabarlah (Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar. Dan janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkanmu." (QS. Ar-Rum: 60)
Ayat ini memperlihatkan bahwa bahkan Rasulullah SAW diperintahkan untuk sabar menanti janji Allah. Kesabaran bukanlah kelemahan, tetapi bukti keyakinan yang kokoh terhadap ketetapan dan pertolongan Allah.
Kesabaran dalam Strategi Hijrah
Hijrah tidak dilakukan secara sembarangan. Rasulullah SAW menyiapkan strategi rapi, termasuk bersembunyi di Gua Tsur bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq RA selama tiga hari. Saat itu, kaum musyrikin Quraisy mengejar mereka hingga ke mulut gua. Namun, karena kesabaran dan tawakal kepada Allah, mereka terselamatkan.
Kisah ini terekam dalam Al-Qur'an:
"إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا"
Artinya: "Ketika dia berkata kepada temannya: 'Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.'" (QS. At-Taubah: 40)
Rasulullah SAW menenangkan Abu Bakar dengan kalimat penuh keyakinan. Di sinilah tampak bahwa kesabaran beliau bukan karena kondisi aman, tapi karena keteguhan hati yang meyakini keberadaan Allah di setiap langkah perjuangan.
Kesabaran Para Sahabat: Antara Rindu dan Pengorbanan
Para sahabat juga menunjukkan kesabaran luar biasa dalam hijrah. Mereka meninggalkan rumah, harta benda, dan bahkan keluarga demi menjaga iman. Sebagian besar kaum Muhajirin hidup dalam kemiskinan di awal hijrah, namun mereka tetap tegar dan tidak menyesal.
Rasulullah SAW bersabda:
"وَمَا يُعْطَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ"
Artinya: "Dan tidak ada pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas (manfaatnya) daripada kesabaran." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menggambarkan bahwa kesabaran adalah anugerah terbaik yang bisa dimiliki seorang Muslim. Para sahabat mempraktikkannya secara nyata, menjadi tonggak utama keberhasilan Islam di Madinah.
BACA JUGA:Makna Filosofis Bulan Muharam dalam Menyusun Kembali Perjalanan Hidup Seorang Muslim
Hijrah dan Kesabaran sebagai Pelajaran Kehidupan
Dalam konteks kehidupan kita hari ini, hijrah bisa dimaknai sebagai proses perubahan menuju kebaikan. Tapi seperti halnya hijrah Rasulullah SAW, perubahan itu tidak mudah. Ia menuntut kesabaran menghadapi rintangan, baik berupa godaan dunia, tekanan sosial, maupun konflik batin.
Kesabaran adalah kunci untuk menjaga niat tetap lurus, menjaga hati tetap ikhlas, dan menjaga langkah tetap istiqamah. Tanpa kesabaran, hijrah akan kandas di tengah jalan.
Kesabaran adalah Fondasi Hijrah
Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dan para sahabat menyiratkan satu pelajaran besar: bahwa kesabaran adalah kunci kemenangan. Allah tidak serta-merta menurunkan pertolongan tanpa terlebih dahulu menguji kesabaran hamba-Nya.
Kesabaran dalam hijrah bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan emosional. Sabar dalam menahan diri dari balas dendam, sabar dalam menerima takdir, sabar dalam menegakkan kebenaran, dan sabar dalam menjalani proses perjuangan.
Hijrah Zaman Sekarang Perlu Kesabaran Zaman Nabi
Hijrah di masa kini bisa berupa meninggalkan kebiasaan buruk, memutuskan untuk taat, atau berhenti dari pekerjaan yang haram. Semua itu membutuhkan kesabaran luar biasa, sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah SAW.
Jika kita ingin sukses dalam hijrah pribadi menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah, maka kesabaran harus menjadi pakaian utama. Karena sesungguhnya, sebagaimana sabda Rasulullah:
"إِنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ"
Artinya: "Sesungguhnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran." (HR. Ahmad)
Mari menjadikan peristiwa hijrah bukan hanya peringatan sejarah, tapi sumber inspirasi untuk menumbuhkan kesabaran dalam setiap langkah perubahan. (djl)
Sumber: