Langkah Terakhir Sebelum Tahun Baru Hijriyah: Hijrah Hati, Akhlak, dan Amal Menuju Ridha Ilahi
Radarseluma.disway.id - Langkah Terakhir Sebelum Tahun Baru Hijriyah: Hijrah Hati, Akhlak, dan Amal Menuju Ridha Ilahi--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Tahun baru Hijriyah bukan sekadar pergantian kalender dalam Islam, melainkan momentum reflektif bagi umat Muslim untuk memperbarui niat dan langkah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih mendekat kepada Allah SWT. Ketika kita berbicara tentang hijrah, jangan hanya membayangkan perpindahan fisik seperti yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi perlu kita resapi makna hijrah batiniah yang mencakup perubahan hati, akhlak, dan amal.
Hijrah yang paling berat dan menantang adalah hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesadaran, dari cinta dunia menuju cinta akhirat. Oleh karena itu, menjelang tahun baru Hijriyah, mari kita persiapkan langkah terakhir sebelum melangkah ke lembaran baru: hijrah hati, akhlak, dan amal.
1. Hijrah Hati: Menyucikan Niat dan Mengokohkan Tauhid
Hati adalah pusat kendali kehidupan seorang hamba. Jika hati baik, maka baiklah seluruh jasad. Sebaliknya, jika hati rusak, maka rusaklah semua amal.
Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hijrah hati adalah memperbarui niat, membersihkan dengki, iri, riya, ujub, dan semua penyakit hati yang menggerogoti keikhlasan. Allah SWT berfirman:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ، إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: "Pada hari (Kiamat) harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)
Hijrah hati adalah langkah awal untuk memperbaiki segalanya. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang untuk taat dan ikhlas kepada Allah SWT dalam setiap perbuatannya.
BACA JUGA:Menyusun Resolusi Islamiah di Tahun Baru Hijriyah: Menjadi Pribadi yang Lebih Taat dan Bermanfaat
2. Hijrah Akhlak: Memantaskan Diri sebagai Umat Nabi
Akhlak yang mulia adalah buah dari keimanan yang benar. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Banyak orang yang rajin ibadah, tetapi akhlaknya buruk kasar kepada keluarga, tidak jujur dalam urusan, sombong dalam berbicara. Inilah saatnya kita berhijrah dari akhlak yang rendah kepada akhlak yang luhur: dari marah menjadi sabar, dari sombong menjadi tawadhu, dari dusta menjadi jujur, dari kasar menjadi lembut.
Allah berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
Artinya: "Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 83)
Hijrah akhlak adalah syarat diterimanya ibadah. Jangan biarkan amal kita sia-sia hanya karena buruknya perangai.
3. Hijrah Amal: Dari Lalai Menjadi Produktif Ibadah
Amal saleh adalah cermin dari iman yang hidup. Hijrah amal berarti meninggalkan kemalasan dan menata amal agar sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Termasuk amal adalah shalat tepat waktu, sedekah, membaca Al-Qur’an, menolong sesama, serta aktif dalam dakwah dan kebaikan.
Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bagi mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal." (QS. Al-Kahfi: 107)
Rasulullah SAW juga bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad)
Tahun baru bukan hanya sekadar niat, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Hijrah amal berarti meninggalkan kesia-siaan dan memperbanyak amal yang bermanfaat bagi akhirat.
Momentum Tahun Baru Hijriyah Adalah Awal Perubahan Sejati
Hijrah yang sesungguhnya bukan sekadar memindahkan diri dari satu tempat ke tempat lain, tetapi lebih dari itu: memindahkan hati dari cinta dunia ke cinta Allah, memindahkan akhlak dari keburukan ke kemuliaan, dan memindahkan amal dari kesia-siaan ke amal yang bermanfaat.
Rasulullah SAW bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: "Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari)
Mari jadikan malam terakhir di tahun ini sebagai muhasabah. Mari kita tinggalkan dosa-dosa lama dan buka lembaran baru dengan hati yang bersih, akhlak yang mulia, dan amal yang terjaga. Tahun baru adalah anugerah. Maka, jangan sia-siakan.
Langkah terakhir sebelum melangkah ke tahun baru Hijriyah adalah menguatkan tekad untuk berhijrah, bukan hanya dalam wacana, tetapi dalam hati, dalam akhlak, dan dalam seluruh amal kehidupan. Tahun baru bukan tentang pesta, tetapi tentang tekad baru dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga tulisan ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk menapaki tahun baru Hijriyah dengan niat yang tulus, hati yang bersih, akhlak yang santun, dan amal yang ikhlas. (djl)
Sumber: