Menumbuhkan Kepedulian Sosial Melalui Ibadah
Radarseluma.disway.id - Membantu Fakir Miskin: Implementasi Kurban Sosial--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Islam merupakan agama yang sempurna dan paripurna. Ia tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah (ḥablun minallāh), tetapi juga sangat memperhatikan hubungan antara sesama manusia (ḥablun minannās). Dalam ajaran Islam, ibadah bukan hanya sekadar aktivitas ritual yang bersifat pribadi, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang mendalam. Salah satu hikmah ibadah adalah menumbuhkan kepedulian sosial dalam diri setiap Muslim.
Kepedulian sosial merupakan salah satu ciri dari masyarakat yang sehat dan harmonis. Dalam konteks Islam, kepedulian sosial bukanlah pilihan, melainkan kewajiban moral dan spiritual. Ibadah yang benar seharusnya menghasilkan akhlak yang mulia, termasuk empati terhadap sesama, membantu yang lemah, dan meringankan penderitaan orang lain.
BACA JUGA:Budaya Gotong Royong Penting dalam Masyarakat Islam
Ibadah dan Dimensi Sosialnya
Ibadah dalam Islam mencakup seluruh aktivitas yang diniatkan karena Allah. Ada ibadah mahdhah (ritual murni seperti salat, puasa, zakat, haji), dan ada juga ibadah ghayru mahdhah (aktivitas sosial yang diniatkan karena Allah seperti menolong orang lain). Keduanya saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Ibadah ritual seharusnya menanamkan nilai-nilai sosial yang positif.
1. Salat dan Kepedulian Sosial
Salat adalah rukun Islam yang utama. Namun, salat tidak hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, tapi juga harus mencegah kemungkaran dan mendorong kebaikan sosial. Allah berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَٱلْمُنكَرِۗ
Artinya: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabūt: 45)
Salat yang dikerjakan dengan khusyuk akan membentuk pribadi yang jujur, sabar, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Orang yang benar-benar salat dengan hati, tidak akan membiarkan tetangganya kelaparan atau tertindas.
2. Zakat sebagai Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Zakat secara jelas adalah bentuk ibadah yang langsung berkaitan dengan kepedulian sosial. Dengan zakat, harta orang kaya disucikan dan kebutuhan orang miskin terpenuhi. Allah berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”.(QS. At-Taubah: 103)
Zakat bukan hanya soal kewajiban, tapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial. Rasulullah SAW bersabda:
Sumber: