Menjadi Sumber Kebaikan di Lingkungan Sekitar di Bulan Suci

Menjadi Sumber Kebaikan di Lingkungan Sekitar di Bulan Suci

Radarseluma.disway.id - Menjadi Sumber Kebaikan di Lingkungan Sekitar di Bulan Suci--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Bulan suci baik Ramadhan, Syawal, maupun bulan-bulan haram seperti Dzulqa’dah—merupakan momen istimewa dalam kalender Islam. Selain sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, bulan-bulan ini juga merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Islam tidak hanya mengajarkan hubungan vertikal antara manusia dan Allah, tetapi juga hubungan horizontal antar manusia. Salah satu bentuknya adalah menjadi sumber kebaikan di lingkungan sekitar.

Kebaikan dalam Islam bukanlah hal kecil. Bahkan senyuman dan ucapan lembut bisa menjadi ladang pahala. Terlebih jika seseorang mampu menjadi inspirasi dan motor penggerak kebaikan di tengah masyarakatnya. Di bulan suci yang penuh rahmat ini, mari kita renungkan pentingnya menjadi agen kebaikan dan bagaimana Islam menempatkan hal ini dalam ajarannya.

Menjadi Sumber Kebaikan: Pilar dalam Islam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
(HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruquthni – sanadnya hasan)

Hadits ini menjadi landasan penting bahwa ukuran kebaikan seseorang dalam Islam tidak hanya dilihat dari ibadah ritualnya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada orang lain. Maka, seorang Muslim idealnya tidak hanya menjadi pribadi yang saleh secara individu, tetapi juga sosial.

BACA JUGA:Bulan Dzulqa’dah: Kesempatan untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa

Dalil Al-Qur’an Tentang Menebar Kebaikan

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 77 yang berbunyi: 

وَفِعْلُوا ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: "…dan berbuatlah kebajikan, agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj: 77)

Ayat ini menjelaskan bahwa keberuntungan dan kesuksesan sejati dalam hidup adalah dengan berbuat kebajikan. Kata "al-khayr" (الخير) dalam ayat ini bersifat umum, mencakup segala bentuk kebaikan, baik dalam bentuk sedekah, membantu sesama, menolong tetangga, menyambung silaturahmi, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memberi nasihat dan dakwah yang baik.

Sumber:

Berita Terkait