Merenungi Nama-Nama Allah (Asmaul Husna) di Bulan Suci
Radarseluma.disway.id - Merenungi Nama-Nama Allah (Asmaul Husna) di Bulan Suci--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Bulan-bulan suci dalam kalender Islam, seperti Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah, adalah waktu-waktu yang mulia dan penuh keberkahan. Momentum spiritual ini merupakan saat terbaik bagi kaum Muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tidak hanya melalui ibadah lahiriah seperti puasa dan shalat, tetapi juga melalui ibadah qalbiyah (hati), seperti tadabbur, tafakkur, dan tazakkur. Salah satu bentuk dzikir dan perenungan yang sangat agung adalah merenungi Asmaul Husna nama-nama Allah yang indah dan mulia.
Allah memiliki 99 nama yang disebut dengan Asmaul Husna, masing-masing nama mencerminkan sifat dan kemahaperkasaan-Nya. Mengenal dan merenungi nama-nama tersebut dapat memperdalam kecintaan kita kepada Allah, memperkuat iman, dan menumbuhkan semangat untuk taat kepada-Nya. Bahkan, Rasulullah SAW menjanjikan pahala besar bagi orang yang menghayati Asmaul Husna.
Dalil Al-Qur’an tentang Asmaul Husna
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-A'raf ayat 180 yang mana berbunyi:
وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ
Artinya: “Dan Allah memiliki nama-nama yang indah, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu.” (QS. Al-A’raf: 180)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah memiliki nama-nama yang tidak hanya indah dalam lafaz, tetapi juga agung dalam makna. Melalui nama-nama tersebut, Allah memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba-Nya, agar mereka mengenal-Nya dan menyembah-Nya dengan lebih ikhlas dan sadar.
BACA JUGA:Tiga Amalan Kunci: Dzikir, Tilawah, dan Sedekah di Bulan Dzulqa’dah
Dalil Hadits tentang Keutamaan Asmaul Husna
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang berbunyi:;
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barang siapa menghafalnya (mengimaninya, memahaminya, dan mengamalkannya), maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa mengenal Asmaul Husna bukan hanya perkara menghafal, tetapi juga mencakup pemahaman dan penghayatan. Dalam istilah ulama, “man aḥṣāhā” berarti:
- Menghafalnya,
- Memahami maknanya, dan
- Mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: