Meningkatkan Ibadah Sunnah sebagai Bentuk Syukur
Radarseluma.disway.id - Meningkatkan Ibadah Sunnah sebagai Bentuk Syukur--
Hadist ini menegaskan bahwa ibadah sunnah merupakan bentuk pendekatan diri yang amat dicintai Allah setelah ibadah wajib. Cinta Allah kepada seorang hamba adalah puncak dari balasan syukur yang diberikan oleh seorang mukmin.
BACA JUGA:Ilmu, Amal, dan Muhasabah: Jalan Iman Menurut Imam Al-Ghazali
Contoh-Contoh Ibadah Sunnah yang Dianjurkan
Shalat Sunnah Rawatib
Shalat ini mengiringi shalat fardhu dan merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi. Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim disebutkan yang berbunyi:
"مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ"
Artinya: "Tidaklah seorang hamba muslim yang shalat karena Allah setiap hari dua belas rakaat sunnah, selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim)
Shalat Dhuha
Merupakan bentuk rasa syukur atas anggota tubuh yang sehat. Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim berbunyi:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ... وَيُجْزِئُ مِنْ ذَٰلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى"
Artinya: "Setiap pagi, seluruh persendian kalian wajib dikeluarkan sedekahnya... dan dua rakaat shalat Dhuha sudah mencukupi dari itu semua." (HR. Muslim)
Puasa Sunnah
Seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh. Ini adalah bentuk syukur terhadap kesehatan dan kesempatan hidup.
Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi berbunyi:
"تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ"
Sumber: