Menjaga Pandangan dan Hati dari Maksiat: Kunci Keselamatan Dunia dan Akhirat

Menjaga Pandangan dan Hati dari Maksiat: Kunci Keselamatan Dunia dan Akhirat

Radarselumadisway.id - Menjaga Pandangan dan Hati dari Maksiat: Kunci Keselamatan Dunia dan Akhirat--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kesucian lahir dan batin manusia. Di antara hal yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam adalah menjaga pandangan dan hati dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Pandangan adalah jalan masuk ke dalam hati. Jika pandangan tidak dijaga, maka hati pun akan ternoda. Dalam era digital yang penuh dengan godaan visual dan informasi tanpa batas, menjaga pandangan dan hati menjadi ujian besar bagi setiap muslim. Artikel ini akan membahas pentingnya menjaga pandangan dan hati dari maksiat, disertai dengan dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits, serta penjelasan dari para ulama.

Menjaga Pandangan: Perintah Langsung dari Allah SWT

Allah SWT secara tegas memerintahkan kaum mukminin untuk menundukkan pandangan dalam Al-Qur’an:

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah An-Nur ayat 30-31 yang mana berbunyi: 

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَـٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَوَ قُل لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَـٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.' Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya...'" (QS. An-Nur: 30 - 31)

Ayat ini menegaskan bahwa perintah menjaga pandangan berlaku untuk laki-laki maupun perempuan. Menahan pandangan bukan sekadar berpaling dari aurat, tetapi juga dari semua hal yang dapat membangkitkan syahwat atau memicu perbuatan dosa.

BACA JUGA:Menghadapi Tantangan Hidup dengan Tawakal

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang mana berbunyi: 

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرَةِ الْفَجْأَةِ، فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي

Artinya: "Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan yang tiba-tiba (tidak disengaja), maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku." (HR. Muslim)

Pandangan yang tidak disengaja masih bisa dimaafkan, tetapi jika diteruskan menjadi pandangan kedua, itulah awal dosa. Rasulullah SAW memberi arahan agar segera memalingkan pandangan dari hal yang haram.

Pandangan Adalah Panah Syetan

Pandangan yang tidak dijaga akan menjadi jalan masuk syaitan ke dalam hati, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Al-Hakim disebutkan:

النَّظَرُ سَهْمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ

Artinya: "Pandangan adalah salah satu anak panah beracun dari anak panah Iblis." (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak, sanadnya hasan)

Syetan menggoda Manusia melalui pandangan, dari mata, masuk ke hati, dan membangkitkan syahwat. Syahwat yang tidak terkendali bisa mengantarkan kepada perzinaan dan kehancuran moral.

BACA JUGA:Keutamaan Beristighfar dalam Kehidupan

Menjaga Hati: Sumber Segala Amal

Hati adalah pusat kendali seluruh anggota tubuh. Jika hati baik, maka seluruh perbuatan akan baik. Jika hati rusak, maka seluruh amal juga akan rusak, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi: 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya: "Ketahuilah, dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hati yang bersih tidak akan menerima pandangan yang kotor. Sebaliknya, hati yang telah dikotori oleh maksiat akan kehilangan kepekaan terhadap dosa.

Cara Menjaga Pandangan dan Hati dari Maksiat

Menundukkan Pandangan Secara Sadar

Latih diri untuk tidak berlama-lama melihat hal-hal yang haram. Termasuk konten media sosial, film, dan iklan yang terbuka aurat atau menggoda syahwat.

Menyibukkan Diri dengan Tilawah Al-Qur’an dan Dzikir

Hati yang terisi dengan kalamullah akan lebih tahan terhadap bisikan maksiat.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."(QS. Ar-Ra’d: 28)

BACA JUGA:Menjaga Lisan dari Perkataan yang Tidak Bermanfaat

Menjaga Lingkungan dan Teman

Hindari lingkungan yang memfasilitasi maksiat mata dan hati. Pilih teman yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan menasihati saat tergelincir.

Berdoa Meminta Perlindungan

Mintalah kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menjaga mata dan hati.

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ، وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ، وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

Artinya::"Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya, lisanku dari dusta, dan mataku dari khianat. Sesungguhnya Engkau mengetahui mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada." (Doa dari Ibnu Umar, dinukil dalam Musannaf Ibn Abi Syaibah)

BACA JUGA:Pentingnya Ilmu dalam Menjalani Kehidupan

Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Menjaga pandangan dan hati bukan sekadar soal adab pribadi, tetapi merupakan kewajiban syar’i yang sangat penting untuk keselamatan iman. Allah dan Rasul-Nya telah memberikan perintah, peringatan, bahkan petunjuk praktis untuk menghindari maksiat pandangan dan hati. Dalam dunia yang penuh fitnah seperti sekarang, menjaga keduanya menjadi tantangan besar. Namun, di balik tantangan itu terdapat pahala besar bagi mereka yang mampu menahan diri.

Mari kita mulai dari diri sendiri, menjaga pandangan dan hati sebagai bentuk nyata ketakwaan kepada Allah SWT. Bukan hanya untuk menjaga kesucian diri, tetapi juga sebagai kontribusi membangun masyarakat yang lebih bermoral dan terjaga dari kerusakan. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati kita dari maksiat, memberikan kekuatan untuk menundukkan pandangan, serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bersih lahir dan batin.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ، فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendengarkan nasihat dan mengikuti yang terbaik darinya." (djl)

Sumber:

Berita Terkait