Keutamaan Bulan Syawal Dalam Islam
Radarseluma.disway.id - Keutamaan Bulan Syawal Dalam Islam--
Radarseluma.disway.id - Bulan Syawal merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriah. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat Islam menyambut bulan Syawal dengan penuh suka cita. Bulan ini diawali dengan Hari Raya Idul Fitri yang menjadi momentum kemenangan bagi kaum Muslim setelah sebulan berpuasa. Selain itu, bulan Syawal juga memiliki berbagai keutamaan yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadits. Di antara keutamaan tersebut adalah anjuran untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal, pentingnya meningkatkan amal ibadah, serta keberkahan yang terkandung dalam bulan ini.
Keutamaan Bulan Syawal
1. Bulan Kembali ke Fitrah
Setelah menjalankan ibadah Puasa Ramadhan, seorang Muslim diharapkan kembali kepada fitrah atau kesucian. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rum ayat 30 yang mana berbunyi:
فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: "(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah Agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Rum: 30)
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim Nabi Muhammad Rasulullah SAW menegaskan yang artinya:
"Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti telah berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No.1164)
Hadits ini menunjukkan bahwa bulan Syawal memiliki keutamaan dalam menyempurnakan ibadah puasa dan memperoleh pahala yang besar.
BACA JUGA:Malam Terakhir Ramadhan: Langit, Bumi, dan Malaikat Menangis & Bersedih ini Penyebabnya
2. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Syawal adalah berpuasa selama enam hari. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim, Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang mana berbunyi:
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ.
Artinya: "Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti telah berpuasa setahun penuh."
(HR. Muslim No. 1164)
Dalam tafsir Hadits ini, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, sehingga Puasa Ramadhan selama 30 hari dikalikan 10 menjadi 300 hari, ditambah Puasa enam hari di Syawal menjadi 360 hari, yang setara dengan satu tahun penuh.
3. Bulan Pernikahan dan Sunnah Nabi
Bulan Syawal juga dikenal sebagai bulan pernikahan. Rasulullah SAW menikahi Aisyah RA di bulan ini, sehingga sebagian ulama menganjurkan untuk menikah pada bulan Syawal. Dalam sebuah Hadits disebutkan yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang berbunyi:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟
Artinya: "Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal. Maka istri beliau manakah yang lebih beruntung dariku?"
(HR. Muslim No. 1423)
BACA JUGA:Renungan Malam Takbiran: Introspeksi Diri untuk Menjadi Lebih Baik Setelah Ramadhan
4. Bulan Peningkatan Amal Ibadah
Bulan Syawal adalah bulan peningkatan amal ibadah setelah latihan spiritual selama Ramadhan. Umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan kebiasaan baik yang dilakukan selama Ramadhan, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, Shalat Sunnah, dan memperbanyak istighfar.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hajr ayat 99 yang berbunyi:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya: "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu sesuatu yang diyakini (kematian)."
(QS. Al-Hijr: 99)
Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah tidak hanya dilakukan di bulan Suci Ramadhan, tetapi harus terus berlanjut hingga akhir hayat.
Hadits lain yang mendukung pentingnya meningkatkan ibadah di bulan Syawal sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
إِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: "Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit." (HR. Bukhari No. 6464, Muslim No. 782)
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan, termasuk di bulan Syawal.
BACA JUGA:Menyambut Takbir, Tahmid, dan Tahlil Usai Puasa dengan Penuh Gembira
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Bulan Syawal adalah bulan penuh keberkahan yang menjadi momen penyempurnaan ibadah setelah Ramadhan. Beberapa keutamaan bulan ini di antaranya adalah kembalinya seorang Muslim kepada fitrahnya, anjuran Puasa enam hari untuk memperoleh pahala setahun penuh, bulan yang dianjurkan untuk pernikahan, serta momen untuk meningkatkan amal ibadah. Dengan memahami keutamaan bulan Syawal, kita semakin terdorong untuk terus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga dengan memahami keutamaan bulan Syawal, kita semua semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri. Bulan Syawal bukan sekadar bulan perayaan, tetapi juga bulan yang penuh dengan peluang ibadah dan kebaikan. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan hidayah untuk terus beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin.(djl)
Sumber: