Radarseluma.disway.id - Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk hidup di Dunia sebagai ladang amal untuk kehidupan akhirat.
Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Rasulullah SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh umat Islam, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Banyak umat Islam mengunjungi makam orang tua, kerabat, atau saudara yang telah meninggal Dunia untuk mendoakan mereka. Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap tradisi ziarah kubur ini?
Apakah ada dalil yang mendukung atau melarangnya? inilah Penjelasan Islam tentang tradisi Ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits.
BACA JUGA:Inilah Tata Cara Ziarah Kubur Yang Benar Menurut Ajaran Islam
Pertama:
Hukum Ziarah Kubur
Pada awalnya, Nabi Muhammad Rasulullah SAW melarang umat Islam untuk berziarah kubur karena dikhawatirkan mereka masih terpengaruh oleh kebiasaan Jahiliyah, seperti menyembah kuburan atau meminta pertolongan kepada orang yang telah meninggal.
Namun, setelah akidah umat Islam semakin kuat, maka Nabi Muhammad Rasulullah SAW memperbolehkan bahkan menganjurkan ziarah kubur sebagai sarana mengingat kematian.
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim Rasulullah SAW bersabda yang berbunyi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْمَوْتَ"
Artinya:
"Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, namun sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur dapat mengingatkan kalian akan kematian." (HR. Muslim, no. 977)
Hadist ini menunjukkan bahwa ziarah kubur diperbolehkan bahkan dianjurkan karena memiliki manfaat dalam mengingatkan Manusia akan kematian dan kehidupan akhirat.
Kedua:
Mendoakan Orang yang Telah Meninggal
Dalam Islam, salah satu tujuan utama ziarah kubur adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal Dunia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hasyr ayat 10 yang berbunyi:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Artinya:
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" (QS. Al-Hasyr: 10)
BACA JUGA:INILAH PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN APA SAJA AYOO SIMAK
Ayat ini menunjukkan bahwa mendoakan saudara seiman yang telah wafat adalah bagian dari ajaran Islam. Maka, ziarah kubur yang disertai dengan doa dan permohonan ampun untuk mereka merupakan amal yang baik.
Ketiga:
Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur
Dalam Islam, ada beberapa adab dan tata cara yang dianjurkan saat berziarah kubur, di antaranya:
A. Memberi salam kepada ahli kubur
Nabi Muhammad Rasulullah SAW mengajarkan doa saat memasuki area pemakaman sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Artinya:
"Salam sejahtera atas kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan Mukminin dan Muslimin. Kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan untuk kami dan kalian." (HR. Muslim, no. 975)
B. Mendoakan ahli kubur
Nabi Muhammad
Rasulullah bersabda sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits Muslim yang mana berbunyi:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya:
"Jika seseorang meninggal Dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim, no. 1631)
BACA JUGA:Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Hati yang Bersih
C. Tidak melakukan perbuatan yang dilarang
Seperti meratap, meminta sesuatu kepada ahli kubur, atau melakukan ritual yang bertentangan dengan syariat.
Keempat: Keutamaan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan
Ziarah kubur menjelang Ramadhan menjadi tradisi di banyak tempat karena beberapa alasan adalah Mengingatkan kita akan kematian sebagai motivasi untuk meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Memperbanyak doa dan permohonan ampun untuk orang tua dan kerabat yang telah lebih dahulu meninggal Dunia
Mempererat silaturahmi dengan keluarga yang berkumpul saat berziarah.
Secara syariat, tidak ada dalil khusus yang mewajibkan atau mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan, tetapi jika dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai tuntunan Islam, maka hal tersebut diperbolehkan dan bernilai ibadah.
Maka dari keterangan Al-Qur'an dan Hadits di atas dapatlah kita ambil kesimpulan berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadis yang telah disebutkan di atas bahwasanya ziarah kubur adalah Sunnah yang diperbolehkan oleh Nabi Rasulullah SAW sebagai pengingat kita yang masih hidup akan kematian dan sebagai sarana untuk mendoakan ahli kubur. Tidak ada larangan dalam Islam untuk berziarah menjelang Ramadhan, selama dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai dengan ajaran Islam.
Namun yang penting untuk menghindari hal-hal yang bertentangan dengan syariat, seperti meminta pertolongan kepada ahli kubur atau melakukan ritual yang tidak diajarkan oleh Nabi Rasulullah SAW, oleh karena itu, mari kita jadikan ziarah kubur sebagai momen untuk memperbanyak doa, mengingat kematian, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberikan kita hidayah dan taufik untuk selalu berada di jalan yang benar. Aamiin. (djl)