Inilah Asbabun Nuzul Surat Al-Lail

Inilah Asbabun Nuzul Surat Al-Lail

Radarseluma.disway.id - Azababun Nuzul Surah Al-Lail--

Radarseluma.disway.id - Surat Al-Lail diturunkan setelah Surat Al-A'la. Al-Lail berarti malam. Ia diberi nama Al-Lail karena merujuk pada lafaz Al-lail yang terdapat pada ayat pertama dari Surat ini.

Al-Lail termasuk dalam juz terakhir dalam Al-Qur'an yaitu juz 30, merupakan Surat ke- 92 terdiri dari 21 ayat dan masuk golongan Surat Makkiyah, berikut bunyi Surat Al-Lail sebagimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Lail ayat 1-21 yang berbunyi: 
 
وَالَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰٓ إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرَىٰ وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرَىٰ وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهٗ إِذَا تَرَدَّىٰٓ إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ وَإِنَّ لَنَا لٙلْأٓخِرَةَ وَالْأ ولَىٰ فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا الْأَشْقَى الَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى الَّذِى يُؤْتِى مَا لَهٗ يَتَزَكَّىٰ وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهٗ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ إِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ
Artinya:
"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). Demi siang apabila terang benderang. Demi penciptaan laki-laki dan perempuan. Sungguh, usahamu memang beraneka macam. Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga) maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan). Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah) serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan). Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa. Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu. Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala, yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya), dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna) (QS Al-Lail 1-21)
 
 
Adapun Allah SWT asal usul penyebab turunnya atau Azababun Nuzul Surat Al-Lail diungkapkan dalam suatu riwayat bahwa ada seorang pemilik pohon kurma. Mayang pohon tu menjulur ke rumah tetangganya, seorang fakir yang banyak anak dan setiap kali memetik buahnya, pemilik kurma memetiknya dari rumah tetangganya itu.
 
Apabila ada kurma yang jatuh dan dipungut oleh anak-anak orang fakir itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk mulut mereka pun dipaksa nya keluar, lalu orang fakir itu mengadukan hal itu kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
 
Dan Nabi Muhammad Rasulullah SAW berjanji kepada fakir tersebut akan menyelesaikannya, maka Nabi Muhammad Rasulullah SAW pun bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda, 
 
"Berikan kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si anu. Sebagai gantinya kamu akan mendapat pohon kurma di Surga."
 
Si pemilik pohon kurma berkata:
"Hanya sekian tawaran tuan? Aku punya banyak pohon kurma dan pohon kurma yang diminta itu yang paling baik buahnya." 
 
Lalu si pemilik pohon kurma itu pun pergi.
 
Pembicaraan si pemilik pohon kurma dengan Nabi Muhammad Rasulullah shalallahu SAW itu terdengar oleh seorang dermawan yang langsung menghadap Rasulullah SAW.
 
"Seandainya pohon itu menjadi milikku, apakah tawaran tuan berlaku juga bagiku?" 
 
Rasulullah menjawab, "Ya." 
Orang itu langsung pergi menemui pemilik pohon kurma. Si pemilik pohon kurma berkata, 
 
"Apakah engkau tahu bahwa Nabi Muhammad Muhammad SAW menjanjikan pohon kurma di Surga sebagai ganti pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? 
Aku telah mencatat tawaran beliau, akan tetapi buah pohon kurma itu sangat mengagumkan, aku banyak punya pohon kurma, tetapi tidak ada satu pohon pun yang selebat itu."
Orang dermawan itu berkata, "Apakah engkau mau menjualnya?" 
 
Ia menjawab, "Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak akan ada yang sanggup." 
Orang dermawan itu berkata lagi, "Berapa yang engkau inginkan?" 
Ia berkata, "Aku ingin 40 pohon kurma."
 
 
Orang dermawan itu terdiam. "Engkau meminta yang bukan-bukan, namun baiklah aku berikan 40 pohon kurma kepadamu dan aku minta saksi jika engkau benar-benar mau menukarnya." Ia pun memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu.
 
Orang dermawan itu menghadap Rasulullah SAW. "Ya Rasulullah, pohon kurma itu telah menjadi milikku. Aku akan menyerahkannya kepada tuan." Maka berangkatlah Nabi Muhammad Rasulullah SAW menemui pemilik rumah yang fakir itu dan bersabda, 
"Ambillah pohon kurma itu untukmu dan keluargamu."
Maka turunlah ayat ini (Al-Lail ayat 1 sampai akhir ayat) yang membedakan kedudukan dan kesudahan orang bakhil dengan orang dermawan. 
 
Demikianlah Azababun Nuzul Surat Al-Lail dan kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan lain-lain dari Al-Hakam Bin Abban dari 'Ikrimah yang bersumber dari Ibnu 'Abbas. Menurut Ibnu Katsir, hadits ini gharib.
Mudah-mudahan kisah ini menjadi aspirasi bagi kita untuk senantiasa berbagi dan peduli terhadap lingkungan dan tetangga untuk saling berbagi dan mengasihi. (djl) 

Sumber:

Berita Terkait