BSI Wakili Indonesia di UN ECOSOC Forum, Optimistis Keuangan Syariah Tumbuh Pesat
BSI Wakili Indonesia di UN ECOSOC Forum, Optimistis Keuangan Syariah Tumbuh Pesat--
Pencapaian ketersediaan 148.000 MWh energi bersih, yang menghasilkan pengurangan 130.000 ton setara CO₂.
Penyediaan 28.000 rumah yang memberi manfaat bagi 84.000 orang sekarang dengan akses air bersih.
Sukuk diperkirakan membantu menghindari emisi CO₂e yang sangat tinggi, yakni sebesar 45 juta ton.
Pencapaian ini menunjukkan kekuatan keuangan Islam untuk menghasilkan laba dan mendorong dampak secara bersamaan.
Adapun, Green Zakat merupakan hasil kolaborasi antara BSI dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan UNDP. Green Zakat Framework merupakan sebuah kerangka kerja yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam praktik zakat. Kerangka ini didesain untuk memahami zakat tidak hanya sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Green Zakat Framework akan memberikan peningkatan terhadap relevansi zakat serta dampaknya bagi sosial dan lingkungan .
BACA JUGA:Denodo Membantu Seres Bangun Akselerator Data
BACA JUGA:Listing di Indodax, Pudgy Penguins (PENGU) Segera Transaksi
Di BSI, kami tidak hanya bergerak di bidang perbankan; kami menginspirasi perjalanan yang melampaui transaksi keuangan. Bank Syariah Indonesia adalah sahabat yang setia dalam hal keuangan, sosial, dan spiritual. Visi kami adalah untuk menetapkan standar sebagai mercusuar global yang ideal bagi perbankan Islam, menciptakan warisan yang selaras dengan kasih sayang dan tujuan bersama.
“Keuangan syariah menjadi kekuatan penting dalam pembangunan ekonomi nasional Indonesia dan memberikan kontribusi substansial bagi pembiayaan dan sosial. Peran penting ini ditampilkan dalam Kerangka Pembiayaan Nasional Terpadu, Asta Cita, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029, dan Rencana Induk Keuangan Islam Indonesia. Ini diwujudkan dalam kebijakan yang dibentuk oleh peraturan keuangan berkelanjutan," tutup Cahyo.
Agustin Arry Yana, Direktur Pendanaan Multilateral Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mengatakan pemerintah mengajak serta BSI sebagai perwakilan Indonesia pada UN ECOSOC Forum dengan pertimbangan kuat melihat ekonomi syariah yang memiliki karakter berdaya tahan tinggi (resilience), dengan sifatnya yang adaptif dan fleksibel (agile), serta memiliki sumber daya kuat yang dapat membuatnya tetap berjalan (sustain). BSI juga turut serta dalam memberikan gagasan dan pelaksanaan pembiayaan syariah yang inovatif dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Sumber: