Bekal keempat, Menaker meminta siswa memiliki keyakinan bahwa kemampuan yang dimiliki orang lain juga dapat dipelajari dan diraih oleh diri sendiri. Ia menceritakan pengalamannya melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral di Amerika Serikat dan sempat mengajar di negara tersebut. Pengalaman itu mengajarkannya bahwa keterbatasan awal bukan alasan untuk menyerah selama disertai kemauan belajar dan kerja keras.
"Kalau orang bisa, saya juga harus bisa. Ini penting agar kita tidak mudah minder dan menyerah sebelum mencoba. Orang yang memiliki cita-cita sampai ke puncak gunung tentu akan mempersiapkan bekal lebih banyak, belajar lebih serius, dan lebih sabar menghadapi tantangan dibandingkan orang yang hanya ingin sampai di kaki gunung," tuturnya.
Bekal kelima, lanjut Menaker, adalah senantiasa meminta pertolongan Allah SWT, tidak melupakan doa, serta menjaga hubungan baik dengan orang tua. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan kerja keras, tetapi juga perlu disertai keridaan Tuhan dan doa orang tua. Karena itu, para siswa diminta senantiasa menghormati, menyayangi, dan tidak menyakiti hati kedua orang tua.
"Adik-adik yang saya cintai, cari siapapun orang yang sukses di dunia, adik-adik akan temukan benang merahnya satu. Dia adalah orang yang senantiasa berbuat baik kepada orang tuanya. Pasti itu," ujarnya