SELUMA, Radarseluma.disway.id - Keluhan petani di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma, terkait pembagian pupuk subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran akhirnya mendapat perhatian serius dari Dinas Pertanian Kabupaten Seluma. Persoalan tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah sejumlah petani mengaku jatah pupuk subsidi yang diterima tidak sesuai dengan luas lahan garapan mereka.
BACA JUGA:Terkait harga Sawit yang Anjlok, Pemkab Seluma Tunggu Instruksi Kementan
BACA JUGA:RSUD Tais Pertimbangkan Peluang Pinjaman ke Bank BJB
Seperti yang disampaikan oleh salah satu petani Joko Mardiono. Dirinya mengaku hanya menerima dua karung pupuk subsidi, sementara lahan sawah yang digarapnya hampir mencapai satu hektare. Kondisi itu menimbulkan kekecewaan di kalangan petani karena pupuk subsidi sangat dibutuhkan untuk menunjang produktivitas pertanian.
Keluhan tersebut kemudian memicu dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penyusunan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang menjadi dasar penentuan alokasi pupuk subsidi bagi petani.
Menindaklanjuti persoalan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Ariansosial bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) langsung turun ke lokasi untuk melakukan musyawarah bersama petani dan kelompok tani setempat.
Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan berbagai persoalan terkait pendataan dan distribusi pupuk subsidi. Mereka berharap pembagian pupuk dapat dilakukan secara lebih adil dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan, Dinas Pertanian menemukan adanya kesalahan dalam penginputan data RDKK. Kesalahan tersebut menyebabkan sejumlah petani tidak memperoleh jatah pupuk subsidi sesuai luas lahan yang digarap, termasuk Joko Mardiono.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, SP MSi menjelaskan, persoalan itu bukan disebabkan kurangnya stok pupuk subsidi, melainkan karena data kelompok tani yang belum diperbarui secara maksimal.