Bahkan dirinya juga menyebutkan bahwa Kajari baru dihadapkan pada tantangan besar di awal masa jabatannya. Selain harus menyelesaikan pekerjaan rumah yang telah ada, dirinya juga dituntut untuk membangun integritas internal dan meningkatkan profesionalisme seluruh jajaran.
"Gebrakan yang diharapkan bukan semata soal penanganan kasus besar, tetapi juga bagaimana menciptakan sistem kerja yang lebih efektif, transparan dan akuntabel," tegas Yudi Hartono selaku toko masyarakat.
Dirinya juga menambahkan, langkah awal yang dapat dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkara-perkara yang sedang berjalan. Dari evaluasi tersebut, Kajari dapat menentukan skala prioritas serta strategi penanganan yang lebih tepat dan terarah.
Tak kalah penting, sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya seperti kepolisian dan instansi terkait juga perlu diperkuat. Kolaborasi yang baik diyakini mampu mempercepat proses penanganan perkara sekaligus meminimalisir berbagai kendala di lapangan.
Selain fokus pada penindakan, masyarakat juga berharap adanya upaya pencegahan yang lebih optimal. Program seperti penyuluhan hukum, pendampingan, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah dinilai strategis untuk menekan potensi pelanggaran sejak dini.
BACA JUGA: PKK Kecamatan Diminta Berperan Aktif Gerakkan PKK Desa
Dengan berbagai harapan yang disampaikan, publik kini menunggu langkah konkret dari Kajari baru. Kinerja dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi tolok ukur, apakah mampu menjawab ekspektasi masyarakat atau tidak.
Yang jelas, warga Kabupaten Seluma menginginkan perubahan nyata dalam penegakan hukum. Gebrakan besar yang dinantikan bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata yang mampu menghadirkan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat.(ctr)