BACA JUGA:Bupati Pekalongan Fadia Arafig Kena OTT KPK, Kantor Bupati Disegel KPK
Dirinya juga mengimbau masyarakat Seluma memenuhi kriteria agar tidak menyia-nyiakan peluang tersebut. Mengingat, seluruh kebutuhan pendidikan peserta yang dinyatakan lulus akan ditanggung melalui program ini.
"Kami harap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Segera siapkan persyaratan dan pantau informasi resmi melalui laman Direktorat Jenderal Perkebunan," terangnya.
Terkait kuota penerima untuk Kabupaten Seluma, Arian mengaku pihaknya masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah pusat. Penentuan kuota dilakukan secara nasional dan dibagi ke seluruh daerah penghasil sawit.
"Untuk kuota khusus Seluma kita masih menunggu keputusan dari pusat. Namun secara nasional, kuota yang disiapkan sekitar 4.000 orang," jelasnya.
Dirinya juga memaparkan bahwa, pada tahun 2025 yang lalu, jumlah pendaftar dari Seluma masih tergolong minim. Dari sekitar 15 peserta yang mengikuti seleksi hingga tahap akhir, hanya delapan orang yang dinyatakan lulus dan berhak menerima beasiswa. Para penerima beasiswa mendapatkan berbagai fasilitas pendukung selama masa pendidikan, antara lain biaya kuliah penuh, uang saku bulanan, biaya makan, tempat tinggal atau asrama, hingga kebutuhan penunjang lainnya.
BACA JUGA:Ini Isi Mesin Mitsubishi New Pajero Sport, Siap Bersaing di SUV Ladder Frame
Dengan fasilitas yang cukup lengkap tersebut, program ini dinilai menjadi peluang besar bagi generasi muda di daerah sentra sawit seperti Seluma untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang karier di sektor perkebunan maupun industri pengolahan sawit. Pemerintah daerah berharap pada tahun 2026 jumlah pendaftar dari Kabupaten Seluma dapat meningkat signifikan, sehingga semakin banyak putra-putri daerah yang dapat merasakan manfaat program beasiswa tersebut.
"Harapan kami tahun ini pendaftarnya lebih banyak dan yang lolos juga semakin meningkat," pungkasnya.(ctr)