Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Setiap manusia mendambakan kasih sayang. Ia ingin dicintai, diperhatikan, dan diterima. Namun di atas segala bentuk cinta makhluk, ada satu cinta yang jauh lebih agung, lebih suci, dan lebih abadi, yaitu kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika Allah mencintai seorang hamba, hidupnya akan dipenuhi keberkahan, hatinya dilapangkan, urusannya dimudahkan, dan akhir hidupnya ditutup dengan husnul khatimah.
Kasih sayang Allah bukan sekadar harapan, melainkan sesuatu yang bisa diraih dan “diburu” dengan amal saleh, keikhlasan, serta ketundukan yang tulus kepada-Nya. Allah membuka pintu cinta-Nya selebar-lebarnya bagi siapa saja yang mau mendekat.
1. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Nama Allah yang paling sering kita dengar adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Setiap kali membaca basmalah, kita mengingat bahwa Allah adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah berfirman:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
Artinya “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf: 156)
Ayat ini menunjukkan bahwa rahmat Allah sangat luas, mencakup seluruh makhluk-Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang lepas dari kasih sayang-Nya. Bahkan orang yang berdosa pun masih diberi kesempatan hidup, diberi rezeki, dan diberi waktu untuk bertobat.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
لِلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا
“Sungguh Allah lebih penyayang kepada hamba-hamba-Nya daripada seorang ibu kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan kasih sayang seorang ibu yang rela berkorban demi anaknya. Kasih sayang Allah jauh melampaui itu. Maka, memburu kasih sayang Allah adalah usaha untuk mendekat kepada sumber cinta yang tak terbatas.
BACA JUGA:Dahsyatnya Memperbanyak Istighfar: Kunci Ampunan, Pembuka Rezeki, dan Penenteram Hati Umat Muslim
2. Cara Memburu Kasih Sayang Allah
Kasih sayang Allah bukan diraih dengan harta atau jabatan, melainkan dengan ketakwaan dan amal saleh.
a. Bertakwa kepada Allah
Allah berfirman:
إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf: 56)
Orang yang bertakwa menjaga dirinya dari maksiat dan berusaha menjalankan perintah Allah dengan sungguh-sungguh. Ketakwaan adalah magnet yang menarik rahmat Allah.
b. Memperbanyak Taubat dan Istighfar
Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Namun Allah sangat mencintai hamba yang kembali kepada-Nya.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Taubat adalah bentuk pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah. Setiap tetes air mata penyesalan adalah tanda bahwa hati masih hidup.
c. Menjalankan Ibadah Sunnah
Dalam hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda:
وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
Artinya: “Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa cinta Allah bisa diraih dengan kesungguhan dalam ibadah, bukan hanya yang wajib, tetapi juga yang sunnah.
d. Sabar dan Tawakal
Allah berfirman:
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”(QS. Ali Imran: 146)
Sabar dalam menghadapi ujian hidup adalah bukti keimanan. Orang yang sabar menunjukkan bahwa ia percaya kepada rencana Allah.
BACA JUGA:Rahasia Doa Mustajab Kunci Langit Terbuka Meraih Rahmat Ampunan Dan Pertolongan Allah Setiap Saat
3. Tanda-Tanda Allah Mencintai Hamba-Nya
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ
Artinya: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman: Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika Allah mencintai seseorang, maka ia dicintai oleh penduduk langit dan bumi. Hidupnya terasa damai meski dalam kesulitan. Hatinya tenang meski dalam ujian.
Kasih sayang Allah juga tampak dalam bentuk hidayah, kemudahan dalam kebaikan, dan dijauhkan dari keburukan. Bahkan ujian pun bisa menjadi tanda cinta, karena Allah ingin mengangkat derajat hamba-Nya.
4. Mengapa Kita Harus Memburu Kasih Sayang Allah?
Karena cinta Allah membawa keselamatan dunia dan akhirat. Tanpa kasih sayang Allah, hidup terasa hampa. Jabatan tidak menenangkan hati, harta tidak menjamin kebahagiaan, dan popularitas tidak menghapus kegelisahan.
Kasih sayang Allah adalah cahaya yang menerangi jalan hidup. Ia menjadi penolong saat sakaratul maut, penyejuk di alam kubur, dan penyelamat di hari kiamat.
Allah berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
Artinya: “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.”
(QS. Yunus: 58)
Rahmat Allah adalah anugerah terbesar yang layak kita kejar setiap hari.
Memburu kasih sayang Allah adalah perjalanan seumur hidup. Ia dimulai dari kesadaran bahwa kita adalah hamba yang lemah dan membutuhkan-Nya. Dengan taubat, ibadah, kesabaran, dan amal saleh, pintu cinta Allah akan terbuka.
Kasih sayang Allah bukan hanya milik orang yang sempurna, tetapi milik siapa saja yang mau kembali dan memperbaiki diri.
Wahai kaum Muslimin, jangan pernah lelah memburu kasih sayang Allah. Jangan biarkan hari berlalu tanpa doa, tanpa istighfar, tanpa amal kebaikan. Karena boleh jadi satu sujud yang tulus, satu air mata taubat, atau satu sedekah yang ikhlas menjadi sebab turunnya cinta Allah kepada kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang dicintai-Nya, dilimpahi rahmat-Nya, dan dikumpulkan dalam surga-Nya kelak. Aamiin. (djl)