Perang Sarung Resahkan Warga Saat Tarawih, Pelajar SMA Kocar Kacir Saat Digerebek Polisi

Minggu 22-02-2026,19:36 WIB
Reporter : Tri Suparman
Editor : Jeffri Ginting

 

Menurut AKP Sukari, perang sarung yang awalnya dianggap sebagai tradisi permainan saat Ramadan kini telah bergeser menjadi tindakan yang mengarah pada kekerasan. Terlebih jika sarung diisi dengan benda keras.

 

"Enam pelajar sudah kami amankan bersama barang bukti berupa empat sepeda motor dan enam kain sarung, sebagian sudah dimodifikasi dan diisi batu. Ini tentu berbahaya. Mereka sudah kami berikan pembinaan," tegasnya.

 

Keenam pelajar tersebut selanjutnya didata dan diberikan pembinaan di Mapolres Seluma. Sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya pengawasan, pihak kepolisian juga akan memanggil orang tua masing-masing.

 

Untuk pengambilan sepeda motor yang turut diamankan, orang tua diwajibkan datang langsung ke Mapolres Seluma. Langkah ini dilakukan agar para orang tua mengetahui perbuatan anaknya serta dapat meningkatkan pengawasan. Khususnya pada malam hari selama bulan Ramadan.

 

Polres Seluma mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya di luar rumah. Selain itu, pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli guna mencegah terulangnya aksi serupa yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas remaja yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Sehingga situasi tetap kondusif selama bulan suci Ramadan.(ctr)

Kategori :