Banyak Perusahaan Diprediksi Bangkrut Akibat Krisis Memori

Jumat 20-02-2026,10:01 WIB
Reporter : radarseluma
Editor : radarseluma

 

Jakarta, Radarseluma.Disway.id  - Harga gadget dan perangkat elektronik lainnya meroket dalam beberapa bulan terakhir. Penyebabnya krisis memory yang terus berlanjut. bahkan diprediksi, efeknya  akan semakin meluas hingga membuat banyak perusahaan bangkrut.

Diungkapkan Pua Khein Seng, CEO perusahaan spesialis memori Phison, saat  diwawancara stasiun televisi Taiwan Next TV terkait krisis memori global yang kabarnya akan masih terus berlanjut hingga tahun 2027.

 

BACA JUGA:BNI Won Three Awards at the JCB Indonesia Awards 2026

BACA JUGA:BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Paket Umrah Hingga Rp 4 juta

 Khein-Seng setuju dan menjelaskan bahwa perusahaan akan bangkrut dan mengentikan proses produksinya, jika krisisitu akan terjadi. Perusahaan-perusahaan elektronik consumer tidak dapat mengamankan pasokan RAM yang cukup.

 

"Industri elektronik consumer akan mengalami banyak kegagalan," kata Khein-Seng, seperti dikutip dari PCGamer, Kamis (19/2/2026).

 

"Mulai akhir tahun ini hingga 2026, banyak vendor sistem yang akan bangkrut atau menghentikan lini produk karena kekurangan memori. Produksi ponsel akan berkurang hingga 200-250 juta unit, serta produksi PC dan TV akan berkurang signifikan," sambungnya.

 

Ia memperkirakan orang-orang akan mulai sering memperbaiki produk elektroniknya yang rusak, alih-alih langsung membuangnya dan membeli baru, dalam beberapa tahun ke depan.

 

Khein Seng menambahkan sejumlah produsen memori ini kini meminta pembayaran di muka untuk tiga tahun, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya di industri elektronik.

Kategori :