"Panggilannya terlalu mendesak, mendadak. Virgoun kan ada pekerjaan juga ya, makanya tidak bisa memenuhi panggilan hari ini," jelas Andy.
Demi menunjukkan itikad baiknya, pihak Virgoun telah berkomunikasi internal dan memastikan akan meluangkan waktu pada jadwal berikutnya. Jika tidak ada kendala berarti, Virgoun dijadwalkan hadir pada 9 Februari mendatang.
Langkah memenuhi panggilan Komnas PA ini dipandang sebagai upaya jalur sejuk untuk menyelesaikan sengketa yang ada. Andy Santika berharap, forum klarifikasi tersebut bisa menjadi ajang mediasi yang membuahkan kesepakatan damai, terutama mengenai masa depan anak-anak.
Ia menekankan bahwa kubu Virgoun mulai jenuh dengan drama gugat-menggugat yang terus bergulir di pengadilan. Pihaknya menginginkan titik temu yang tidak merugikan pihak manapun.
BACA JUGA:164 TKA Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar
BACA JUGA:Jembatan Matan Rampung Dibangun, Ketua DPR Seluma Apresiasi Perhatian Gubernur Bengkulu ke Seluma
"Saya berharap saat klarifikasi besok semuanya jelas dan terang. Kalau bisa lewat mediasi secara damai dengan dimediasi Komnas PA, ya tidak perlu lagi ada gugat-gugat segala macam," tuturnya lagi.
Kesepakatan mengenai hak asuh anak menjadi target utama dalam pertemuan pekan depan.
"Hasil yang baik untuk kepentingan mereka berdua, ya InsyaAllah bisa terlaksana," tutup Andy.