Temuan kelahiran satu ekor anak Badak Jawa di TNUK

Jumat 06-02-2026,12:09 WIB
Reporter : Support Disway
Editor : Support Disway

 

PANDEGLANG, Radarseluma.Disway.id  - Tim monitoring dan evakuasi operasi merah putih translokasi Badak Jawa, berhasil merekam keberadaan satu ekor induk Badak Jawa bersama anaknya di Blok Cigenter, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang. Temuan kelahiran satu ekor anak Badak Jawa di TNUK, diperkirakan berusia kurang dari lima bulan dengan jenis kelamin betina.

BACA JUGA: Menyibak Keajaiban Biota Kunci Kepulauan Tersembunyi beranda Nusantara

BACA JUGA: PLN EPI Sepakati Perjanjian Penyambungan Pipa Dengan Operator West Natuna Group

 

Kepala Balai TNUK Pandeglang, Ardi Andono membenarkan, satu ekor anak Badak Jawa yang lahir di kawasan TNUK berasal dari badak induk bernama Arum. Kelahiran anak badak diketahui berdasarkan pemantauan lapangan menggunakan kamera jebak yang dipasang di kawasan Blok Cigenter. “Anak Badak Jawa yang terekam merupakan individu baru, dengan nama induk Arum yang teridentifikasi sebelumnya dalam sistem monitoring,” kata Ardi, Kamis (5/2).

 

Menurutnya, temuan kelahiran anak Badak Jawa menjadi rekaman pertama tahun 2026, sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlangsungan populasi Badak Jawa di habitat alaminya, yakni kawasan TNUK. “Dengan kelahiran anak Badak Jawa upaya konservasi kembali menunjukkan hasil positif,” ujarnya.

 

Dikatakan Ardi, kelahiran satu individu anak Badak Jawa hasil dari tim monitoring dalam penerapan kamera jebak di kawasan TNUK. Anak badak tersebut tertangkap kamera jebak saat berada di kawasan Blok Cigenter bersama induknya. “Keberadaan seekor Badak Jawa hasil dari tim monitoring dan evakuasi operasi merah putih,” katanya. Dengan kelahiran anak Badak Jawa, kata Ardi, Kementerian Kehutanan melalui Balai TNUK akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anak Badak Jawa tersebut, serta seluruh populasi Badak Jawa di kawasan. “Pemantauan ini dilakukan melalui penguatan patroli, pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan habitat, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi,“ terangnya.

 

Ardi mengajak, seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian Badak Jawa di kawasan TNUK. “Badak Jawa sebagai salah satu satwa paling langka di dunia dan kebanggaan Indonesia, demi memastikan kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang,” katanya.

BACA JUGA:Pemkab Seluma Sudah Tetapkan Tema MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Bengkulu 2026

 

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Satyawan mengatakan, temuan satu ekor anak Badak Jawa, merupakan indikator penting keberhasilan pengelolaan kawasan dan perlindungan Badak Jawa di kawasan TNUK. “Keberadaan induk dan anakan Badak Jawa yang terekam melalui camera trap menunjukkan bahwa habitat Badak Jawa masih terjaga dengan baik. Selain itu, pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten, serta dukungan kerja sama dari berbagai pihak, menjadi faktor kunci yang memungkinkan Badak Jawa berkembang biak secara alami,” katanya. (yanadi/muhaemin)

Kategori :