Hal itulah, kata Anwar, yang menjadi alasan dasar Prabowo dan negara Islam lain bergabung Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Anwar menilai tujuan itu memberikan kemaslahatan.
BACA JUGA: Golkar Seluma Gelar Musda Bulan Ini, Pendaftaran Dibuka Sehari Sebelumnya
"Dan untuk itu, maka beliau melalui organisasi ini bekerja sama dengan negara-negara Islam yang lain untuk berjuang demi perdamaian dunia," ujarnya.
Anwar lalu mengungkap pernyataan Prabowo yang menyebut jika badan tersebut bertindak di luar kemaslahatan, maka seluruh negara Islam yang bergabung akan keluar. Anwar menilai pernyataan itu penting untuk dicatat sebagai bentuk ketegasan sikap.
"Dan apabila di kemudian hari ternyata tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan organisasi ini kepada Palestina, kepada perdamaian dunia, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar dari BoP," ujarnya.
"Ini yang penting kita catat, selain dari tadi itu komitmen dia untuk berpihak kepada kepentingan rakyat, kesejahteraan rakyat Indonesia, komitmen dia untuk anggota korupsi, dan komitmen dia untuk membawa negara ini menuju kemakmuran dan kebaikan yang lebih baik di masa-masa yang akan datang. Itu yang tadi disampaikan oleh beliau di dalam," lanjut Anwar.
Sebelumnya, MUI minta pemerintah Indonesia mundur dari Board of Peace. MUI menilai keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump itu tidak berpihak pada Palestina.
"Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina," kata Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dalam akun X pribadinya, dikutip dari MUI Digital pada Kamis (29/1).