China Hampir Salip AS Jadi Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia

Senin 02-02-2026,13:04 WIB
Reporter : radarseluma
Editor : radarseluma

BACA JUGA:Ajukan Pinjaman KUR Segera, KUR 2026 untuk Bengkulu Capai Rp3,83 Triliun, Sasar UMKM Mikro dan Debitur Baru

Namun di balik sikap tersebut, China justru tercatat mengamankan Bitcoin dalam jumlah besar. Kepemilikan ini diyakini berasal dari hasil penyitaan pemerintah atas berbagai kasus kejahatan finansial, termasuk penipuan dan aktivitas ilegal berbasis kripto.

 

Situasi ini memunculkan paradoks kebijakan. Di satu sisi, kripto dianggap berisiko bagi stabilitas ekonomi domestik. Di sisi lain, Bitcoin tetap disimpan sebagai aset strategis negara.

 

 

Persaingan AS dan China Masuk Babak Baru

Upaya Amerika Serikat untuk menjadi pemegang Bitcoin terbesar sejak 2024 kini menghadapi tantangan serius. China, meski tidak mempromosikan kripto secara terbuka, justru semakin dekat dari sisi kepemilikan.

 

Persaingan ini menegaskan bahwa Bitcoin tidak lagi sekadar aset spekulatif, melainkan telah masuk dalam perhitungan strategis negara-negara besar. 

BACA JUGA: Belum Ada Korban Perempuan Ajukan Pendampingan Kasus Penyebaran Video atau Foto

Arah kebijakan ke depan akan sangat menentukan bagaimana peran Bitcoin dalam peta keuangan global.

Kategori :