IHSG Melemah Akibat Pembekuan Indeks Sementara oleh MSCI

Sabtu 31-01-2026,10:47 WIB
Reporter : Jeffri Ginting
Editor : Jeffri Ginting

 

Radarseluma.Disway.id - Pasar saham Indonesia melemah sebagai implikasi pembekuan penyesuaian indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pada 28 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 7,35% ke level 8.320,6. Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 6,17 Triliun (USD 369,16 Juta), sementara secara year-to-date tercatat penjualan bersih sebesar Rp 3,71 Triliun (USD 222,07 Juta).

 

BACA JUGA:Celebrate Chinese New Year in Hong Kong with Your Beloved Characters

BACA JUGA:DFI Retail Group and Becon Announce Strategic Partnership to Launch AI Skin & Scalp Assessment in over 400

Penurunan IHSG disebabkan oleh pengumuman MSCI yang melakukan interim freeze untuk Quarterly Index Review (QIR).

Pembekuan ini dipicu oleh kekhawatiran mengenai minimnya transparansi struktur shareholding dan integritas pembentukan harga di pasar saham Indonesia. Implikasinya, MSCI tidak akan melakukan review untuk foreign inclusion factors (FIF) dan number of shares (NOS), serta tidak akan mengimplementasikan penambahan indeks dan perpindahan size.

 

MSCI akan melakukan evaluasi ulang hingga Mei 2026.

Apabila tidak terdapat penyelesaian konkret atas isu tersebut, Indonesia berisiko direklasifikasi dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar frontier (frontier market).

 

Pembekuan sementara perubahan indeks saham Indonesia berpotensi memicu keluarnya dana asing.

Namun, tekanan jual dari investor asing diperkirakan relatif terbatas, mengingat porsi kepemilikan investor domestik yang menjadi penopang utama pasar mencapai 71%. Struktur kepemilikan ini membantu meredam potensi capital outflow, meskipun volatilitas jangka pendek tetap tinggi. Saat ini, Indonesia memiliki 18 saham emiten yang tercatat di MSCI Indonesia Standard Index, dengan bobot sektor didominasi keuangan (47,9%), materials (14,7%), dan energi (9,9%).

 

Kategori :