Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, penerapan B2SA tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat serta mendukung ketahanan pangan daerah. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal.
"Kami berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran para anggota DWP tentang pentingnya peran ibu dalam mengatur pola konsumsi keluarga," ujarnya.
Dirinya menekankan bahwa, peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sangat menentukan kualitas gizi keluarga dan tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Pola konsumsi yang baik sejak dini diyakini dapat menciptakan keluarga yang sehat, cerdas dan produktif.
BACA JUGA: Bridge Data Centres Unveils New Brand Identity as It Strengthens Position as APAC’s
BACA JUGA: Bupati BS Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik AMDK Sekundang Mineral
Melalui pertemuan rutin bulanan ini, DWP Kabupaten Seluma diharapkan dapat terus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Tidak hanya dalam mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga dalam berbagai program pembangunan lainnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat.
"Kami berharap DWP Kabupaten Seluma dapat terus menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera dan berdaya saing," pungkasnya.(ctr)