BACA JUGA:2028, Robot Humanoid Atlas Hyunday Siap Dipekerjakan di Pabrik
Saluran oposisi berbahasa Persia, Iran Internasional, yang berbasis di luar negeri dan mengutip sumber senior dalam pemerintah dan otoritas keamanan Iran, melaporkan sedikitnya 12.000 orang tewas selama unjuk rasa.
Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam mengutip "kesaksian mengerikan dari para saksi mata" yang diterima IHR tentang "para demonstran yang ditembak mati saat berusaha melarikan diri, kemudian soal penggunaan senjata kelas militer, dan eksekusi mati di jalanan terhadap demonstran yang terluka".
Laporan terpisah Human Rights Activists in Iran (HRANA), yang berbasis di AS, menyebutkan bahwa berdasarkan data pada 15 Januari, sedikitnya 2.677 orang dikonformasi tewas dan sebanyak 1.693 dugaan kematian lainnya masih diselidiki.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, dalam tanggapannya saat berbicara kepada Fox News menyebut jumlah korban tewas adalah "ratusan orang".
Araghchi menyangkal angka yang dilaporkan oleh kelompok-kelompok di luar negeri sebagai "berlebihan" dan "kampanye disinformasi" untuk memancing Presiden AS Donald Trump agar menepati ancamannya untuk menyerang Iran jika para demonstran terbunuh.