Sugeng menduga keterlambatan pencairan anggaran tersebut berkaitan dengan belum disalurkannya Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Provinsi Bengkulu atau faktor lain dari pemerintah pusat.
“Apakah kendalanya karena DBH dari Provinsi Bengkulu belum disalurkan, atau memang ada persoalan dari pusat, ini yang perlu kita pastikan,” tambahnya.
Ia mengingatkan, jika persoalan ini terus berulang, kepercayaan suplier obat nasional terhadap RSUD Tais dapat menurun dan berdampak pada sistem pengadaan obat ke depan. (adt)